Apa Yang Di Maksud dengan "Sindrom Baby Blues" ?




Blog Ananda ku - Sesaat setelah melahirkan, seorang ibu pasti akan merasa sangat bahagia. Namun beberapa hari setelah melahirkan, justru muncul perasaan sedih dan khawatir. Lebih dari 50% ibu yang baru melahirkan mengalami permasalahan ini. Kondisi ini dinamakan sebagai sindrom baby blues.

Baby Blues Syndrome atau Postoartum Distress Syndrome adalah kondisi munculnya perasaan sedih dan tidak menentu yang dialami oleh ibu pasca melahirkan. Kondisi ini biasanya berlangsung pada 14 hari awal pasca hari ke-3 pasca melahirkan.

Bila kopndisi/sindrom ini terlagi lebih dari 14 hari maka sebaiknya ibu berkonsultasi kepada dokter.
Gejala baby blues di antaranya adalah sebagai berikut.
  • Perasaan cemas yang berlebihan, sedih, murung, dan sering menangis.
  • Sakit klepala dan kelelahan.
  • Perasaan ketidakmampuan, semisal perasaan ragu dalam mengurus bayi.
  • Kesedihan berlarut-larut dan berkepanjangan, emosi ibu tinggi dan berubah-ubah serta konsentrasi menurun.
  • Menjadi tertarik pada bayi yang baru dilahirkan tetapi menjadi terlalu khawatir pada bayinya sendiri.
  • Hilangnya minat pada hal-hal yang menyenangkan.
  • Menarik diri dari keluarga dan teman.
  • Perasaan takut menyakiti bayi.
  • Peningkatan atau penurunan berat badan.
 Penyebab sindrom baby blues di antaranya sebagai berikut.
  • Perubahan hormonal pada tubuh ibu,
  • Perasaan tertekan menjadi seorang ibu.
  • Sejarah/riwayat depresi seputar kelahiran.
  • Kurang mendapat bantuan dan dukungan selama proses melahirkan.
  • Merasa terisolasi sewaktu akan dan sesudah melahirkan.
  • Kelelahan fisik dan mental pasca melahirkan.
 Jika dibiarkan berlarut-larut, sindrom baby blues tentunya dapat m engakibatkan dampak buruk bagi ibu dan buah hati. Berikut adalah kiat untuk mengatasi permasalahan sindrom baby blues.
  • Mendekatkan diri dan berserah diri kepada Tuhan.
  • Mencoba untuk selalu tenang dan berpikiran jernih dalam menghadapi setiap keadaan pasca melahirkan.
  • Istirahat yang cukup dan berkualitas.
  • Komunikasikan perasaan yang dialami kepada orang-orang terdekat.
  • Luangkan waktu sebentar (15 menit) untuk melakukan aktivitas yang menyenangkan dan mengembalikan mood.
  • Bergabubg dengan komunitas ibu untuk berbagi pengalaman dalam mengasuh bayi.
  • Beri penjelasan kepada suami dan mintalah dukungan kepadanya.
  • Melakukan kegiatan untuk menghilangkan/melupakan perasaan sedih dan tidak berdaya yang dialami.
  • Selalu memiliki rasa yakin dan percaya diri bahwa kita mampu memberikan yang terbaik bagi buah hati.
Previous
Next Post »