Blog Ananda Ku - Memberikan pendidikan terbaik bagi buah hati adalah tugas dan tanggung jawab setiap orangtua. Setiap orangtua akan melakukan segala cara untuk membuat buah hatinya menjadi cerdas, memiliki budi pekerti yang luhur, dan berkepribadian yang baik. Namun, secara tidak sadar orangtua melakukan banyak kesalahan mendasar dalam mendidik anak. Kesalahan-kesalahan itu justru akan membawa dampak yang merugikan bagi perkembangan anak. Berikut adalah kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh orangtua dalam mendidik anak.
- Berbohong kecil dan sering
Banyak orangtua melakukan kebiasaan ini. Pada saat orangtua sedang sibuk dan anak terus menganggunya, terkadang orangtua akan membohongi anak agar tidak lagi menganggu mereka. Kebiasaan ini dapat menyebabkan anak tidak percaya kepada orangtua dan akan mengajari anak untuk berbohong. Ingat,! Apapun yang dilakukan oleh orangtua, anak akan menirunya. Tentunya kita tidak ingin anak kita menjadi seorang pembohong, bukan?
- Mengancam anak.
Untuk membuat anak menurut, terkadang orangtua mengancam anak. Perlakuan ini dapat membuat anak menjadi kecil hati dan dapat membuat anak kehilangan kepercayaan diri.
- Orangtua tidak memercayai anak.
Banyak orangtua tidak memercayai anaknya karena menganggap anaknya masih kecil. Sikap ini dapat mengakibatkan hilangnya kepercayaan anak kepada orangtua dan juga dapat membuat anak tidak mau mengungkapkan keinginannya kepada orangtua. Hal ini tentunya dapat mengakibatkan renggangnya hubgungan antara orangtua dan anak.
- Memberikan kasih sayang yang berlebihan.
Setiap orangtua pasti menyayangi anaknya. Namun, terkadang banyak orangtua tidak menyadari, mereka memberikan kasih saying yang berlebihan kepada anak. Banyak orangtua justru melindungi dan membiarkan kenakalan anak, serta cenderung menyalahkan orang lain atau keadaan atas kesalahan-kesalahan yang dilakukan anak. Hal ini akan membuat anak menjadi pribadi yang manja. Orangtua yang bujak sebaiknya mengekspresikan dan menempatkan kasih saying sesuai kebutuhan dan pada tempatnya.
- Orangtua tidak kompak.
Anak tentunya akan menjadi bingung jika pernyataan dari ayah dan ibunya saling bertentangan. Seorang anak tentunya belum mengerti dan memahami dengan benar arti benar dan salah. Orangtua yang tidak kompak akan membuat anak membuat sebuah penilaian dalam benaknya bahwa salah satu orangtuanya tidak saying kepadanya. Hal ini tentunya dapat memengaruhi perkembangan mental anak dan anak cenderung selalu mencari perlindungan kepada orang lain yang melindunginya (ayah atau ibu).
- Menyerahkan tanggung jawab mendidik anak kepada pengasuh atau pembantu.
Banyak orangtua yang terlalu sibuk sehingga tidak mempunyai waktu yang cukup untuk mendidik anak. Kebanyakan dari mereka kemudian memercayakan pendidikan anak mereka kepada pengasuh atau pembantu. Hal ini tentunya dapat berpengaruh buruk terhadap anak. Pendidikan anak yang terbaik adalah pendidikan yang langsung diberikan oleh kedua orangtua. Memercayakan pendidikan anak kepada pengasuh atau pembantu akan membuat hubungan anak dan orangtua menjadi renggang.
- Membiarkan campur tangan orang lain (kakek,nenek,tante dan lain sebagainya) dalam mendidik anak.
Kakek, nenek, dan tante tentunya sangat menyayangi anak kita. Namun, terkadang mereka juga lupa bahwa tidak selamanya seorang anak harus disayang dan dimanja. Mereka sering memanjakan anak kita dan melindungi kesalahannya. Hal ini tentunya akan membuat anak kita menjadi pribdadi dan manja, tidak bertanggung jawab, dan cenderung mencari perlindungan kepada orang lain jika mendapatakan masalah.
- Orangtua menakuti anak.
Banyak orangtua melakukan kebiasaan ini untuk menenangkan atau membuat anakanya berhenti menangis. Kebiasaan ini sebenarnya merupakan kebiasaan yang tidak baik. Menakuti anak akan membuat anak membenci sesuatu dan kebencian itu dapat tertanam dalam benak anak hingga anak dewasa.
- Orangtua berjanji tapi tidak menepatinya.
Tindakan orangtua tidak menepati janji akan menyebabkan anak tidak memercayai mereka. Hal ini tentunya akan sangat fatal akbatnya jika anak meniru apa yang kita lakukan. Ingat! Apa pun yang kita lakukan anak akan menirunya.
- Orangtua bersikap berat sebelah.
Secara tidak biasanya orangtua cenderung memihak salah satu anak di depan anak lainnya. Tindakan salah satu anak di depan anak lainnya. Tindakan ini adalah tindakan yang tidak dilakukan karena dapat membuat salah satu anak menjadi iri. Jika ingin memuji atau menunjukkan kesalahan salah satu anak, sebaiknya tidak di hadapan anak lainnya.
- Orangtua merasa bersalah jika tidak bisa menuruti keinginan anak.
Orangtua tidak perlu merasa bersalah jika tidak bisa memberikan atau menuruti keinginan anak. Menuruti keinginan akan secara terus-menerus justru tidak baik bagi anak. Orangtua sebaiknya memikirkan terlebih dahulu segala sesuatunya sebelum menuruti keinginan anak. Timbang dan pikirkanlah terlebih dahulu apa yang akan sebenarnya dibutuhkan anak, bukan yang diinginkan anak.
- Orangtua marah secara berlebihan.
Tindakan marah yang berlebihan di depan anak sangat tidak baik bagi perkembangan mental anak. Marah bukan merupakan cara mendidik yang baik. Memahami anak tidak akan menyelsaikan apa pun, justru akan membuat keadaan semakin buruk.
Jika anak melakukan sebuah kesalahan, yang harus dilakukan oleh orangtua bukan memarahinya, melainkan harus membuat anak mengerti tentang kesalahannya dan membuat anak mengerti tentang kesalahannya dan membuatnya tidak mengulangi kesalahan itu lagi.
- Orangtua mengharap perubahan anak yang instan.
Anak bukanlah robot atau mesin yang dapat disetting dengan mudah sesuai dengan keninginan kita. Mengharapkan sebuah perubahan yang instan dari diri anak justru akan membuat anak sulit melakukannya dan cendreung menyalahakna diri mereka sendiri. Hal tersebut tentunya akan berpengaruh buruk bagi perkembangan mentalnya. Jika orangtua menginginkan sesuatu dari diri anak, usahakan agar anak mengerti apa yang kita harapkan dari mereka. Kemudian, kita harus membimbing mereka dengan sabar sambil tetap memberikan arahan yang jelas dan mudah dimengerti oleh anak.
- Pendengar yang buruk.
Setiap anak mengharapkan kedua orangtuanya menjadi tempat curhat yang dapat memahami kecemasan, kegelisahan, dan keluh kesah mereka. Namun, terkadang orangtua tidak menyadari keinginan anak ini. Kebanyakan orangtua (terutama orangtua yang sibuk) sering tidak sabar mendengarkan keluh kesah anak. Bahkan, beberapa orangtua justru memarahi sang anak karena menganggapnya hanya menghabis-habiskan waktu mereka. Tindakan ini tentunya akan membuat anak tidak percaya kepada orangtua dan membuat hubungan antara orangtua dan anak menjadi renggang.
- Kebiasaan orangtua mengungkit masa lalu.
Kebiasaan ini dapat menyebabkan anak menjadi sakit hati dan cenderung berusaha untuk mengulangi kesalahan-kesalahannya sebagai tindakan balasan terhadap sakit hatinya. Jika orangtua tidak menginginkan anak mengulangi kesalahan yang pernah dilakukan, jangan pernah mengungkit kesalhan di masa lalu. Usahaklan membuat anak mengerti dan memahami tentang kesalahan yang pernah mereka dan bombing anak untuk memperbaiki kesalahannya, sambil terus mengarahkan anak pada nilai-nilai yang benar.
- Orangtua suka membandingkan.
Kebiasaan membandingkan anakdengan orang lain, sama sekali bukan lah kebiasan yang baik. Kebiasaan membandingkan anak dengan orang lain akan membuat anak merasa iri dan benci terhadap orang yang menjadi pembanding. Sementara itu, jika anak yang digunakan sebagai pembanding akan menjadi besar kepada dan tinggi hati. Jangan pernah sekalipun membandingkan anak karena setiap anak memiliki keunikan tersendiri. Motivasilah anak untuk terus maju dan berikan arahan terbaik agar anak tidak melakukan kesalhan yang tidak mereka mengerti atau pahami.
- Memberikan hukuman fisik
Banyak orangtua memberikan hukuman fisik (seperti menjewer telinga atau memukul) jika akan melakukan kesalhan. Tindakan ini justru akan mendidik anak menjadi kejam dan arogan. Nantinya anak akan tumbuh menjadi pribadi yang arogan, suka menyakiti orang lain, dan suka membangkang.
- Membiarkan anak menjadi korban televisi.
Media tentunya memberikan pengaruh yang luar biasa besar dalam setiap aspek kehidupan manusia, termasuk anak. Anak adalah pribadi yang belum dapat mebedakan dengan benar semua informasi yang mereka terima. Membiarkan anak menonton televise akan berdampak buruk terhadap kepribadian anak. Orangtua harus membatasi dan memilihkan program televisi yang pantas dan baik untuk ditonton anak. Usahakan selalu mendampingi anak sewaktu anak menonton televise dan jelaskan kepada mereka setiap informasi yang mereka dapatkan.


EmoticonEmoticon