Blog Ananda Ku - Semua orangtua pasti sangat menyayangi buah hatinya. Semua orangtua pasti menginginkan yang terbaik untuk mereka. Akan tetapi, rasa saying ini terkadang membuat orangtua merasa bahwa buah hatinya adalah yang terbaik. Para orangtua pun suka membanding-bandingkan anak dengan sebayanya. Bahkan, sejak mereka masih bayi pun dibandingkan. Mulai dari tinggi/panjang badan, berat badan, pola makan, pola tidur, kemampuan motorik, pola asuh bahkan sampai produk yang digunakan untuk perawatan/konsumsi bayi.
Menurut banyak psikolog, kegiatan membanding-bandingkan anak sebenarnya merupakan hal yang wajar dilakukan orangtua. Kegiatan ini didorong oleh keinginan yang kuat pada diri orangtua untuk menjadikan buah hatinya sebagai pribadi yang terbaik. Akan tetapi, orangtua tidak mengerti cara terbaik untuk memotivasinya anaknya. Selain itu, kegiatan membandingkan anak sebenarnya merupakan insting bertahan hidup alami manusia. Sejak awal keberadaan manusia di bumi, manusia memiliki insting untuk bersaing yang kuat. Insting tersebut diperlukan bertahan hidup di alam liar yang ganas. Insting berkompetisi kemudian diwariskan melalui genetika hingga timbullah bermacam perilaku manusia, termasuk “persaingan” membandingkan anak.
Walaupun tindakan membandingkan anak merupakan tindakan yang wajar, tindakan ini lebih banyak kerugiannya daripada manfaatnya. Bagaimanapun setiap anak memiliki pola tumbuh kembang yang berbeda-beda. Ada anak yang bertumbuh kembang dan kemampuan di atas rata-rata, namun ada anak yang lambat. Orangtua pasti bangga ketika anaknya mengalami tumbuh kembang yang pesat. Namun, orangtua tentunya akan merasa minder ketika anaknya mengalami tumbuh kembang yang lambat.
Tindakan membandingkan anak justru akan menjerumuskan orangtua. Ketika anak mengalami perbedaan tumbuh kembang dengan anak sebayanya, orangtua pasti akan meras malu, minder, dan khawatir. Kerugian terbesar adalah ketika orangtua memaksakan kemampuan anak. Sebagai contoh, anak yang belum waktunya berjalan dipaksa berjalan atau anak belum waktunya makan dipaksa makan. Hal ini tentunya dapat membahayakan kesehatan, bahkan keselamatan buah hati kita.
Adapun hal-hal yang sering menjadi tema perbandingan anak oleh orangtua adalah sebagai berikut.
- Tahap tumbuh kembang anak,
Setiap anak memiliki pola dan kecepatan perkembangan dan pertumbuhan yang berbeda-beda. Terkadang karena orangtua menginginkan yang terbaik bagi buah hati, orangtua mengharapkan anak/bayi mengalami pertumbuhan dan perkembangan (fisik, mental, dan kecerdasan) yang cepat dan pesat. Ketika ada anak lain yang memiliki tumbuh kemang yang berbeda dari buah hatinya, orangtua akan merasa seperti “tersaingi”. Orangtua lantas akan memkasakan tahap tumbuh kembang tertentu kepada anak/buah hati, seperti anak dipaksa merangkak serta berdiri atau berjalan. Tindakan ini justru akan merugikan bagi anak/bayi. Memaksakan tahap tumbuh kembang terhadap anak/bayi dapat berakibat buruk bagi tumbuh kembang dan kesehatannya. Sebab, selagi anak mengalami tahap tumbuh kembang sesuai dengan rentang waktunya (millestone). Hargailah tahap tumbuh kembang anak. Dengan demikian, pertumbuhan dan perkembangan (fisik, mental, dan kognitif) anak akan menjadi optimal.
- Waktu dan pola tidur anak.
Waktu tidur anak/bayi tentunya berbeda dengan orang dewasa dan masing-masing anak memiliki waktu serta pola tidur yang berbeda-beda. Kebanyakan orangtua akan membandingkan dua hal ini. Tidur adalah salah satu kebutuhan anak/bayi, sesuai dengan tahap perkembangan dan usianya. Tidur adalah hak anak/bayi yang harus dipenuhi oleh orangtua. Namun, kebanyakan orangtua akan merasa kesal jika anak/bayi terjaga di malam hari. Banyak orangtua (terutama ibu pekerja), merasa jengkel dengan kondisi ini. Jangan pernah memaksakan pola tidur dan waktu tidur tertentu pada anak/bayi. Bukan anak/bayi yang harus menyesuaikan pola tidur dengan kita, melainkan kitalah yang harus menyesuaikan pola tidur kita dngan meminta bantuan kepada orang lain untuk menggantikan kita menjaga dan merwat anak/bayi sewaktu kita beristirahat.
- Perilaku anak
Setiap anak memiliki tingkah laku yang berbeda-beda. Meskipun banyak perilaku anak yang diturunkan secara genetic dari orangtua kepada sang buah hati, perilaku dan temperamen anak adalah “milik” dirinya sendiri. Sebagai orangtua kita tidak akan pernah bisa “membuat” perilaku tersebut. Hal yang dapat kita lakukan sebagai orangtua adalah mendidik dan mengarahkannya, agar anak memiliki pengertian yang benar atas tindakannya, tidak melakukan tindakan yang membahayakan bagi dirinya sendiri dan orang lain, memiliki nilai etika dan sopan santun, serta melatih anak bertanggung jawab terhadap tindakannya.
- Menu makanan anak.
Untuk mendukung tumbuh kembang dan kecerdasan buah hati kita, anak harus mendapatkan asupan nutrisi yang baik dan seimbang. Sudah menjadi tanggung jawab orangtua untuk memastikan buah hatinya mendapatkan supan nutrisi/gizi yang tepat. Sebab, keslahan dalam hal ini dapat berdampak buruk bagi proses tumbuh kembangnya.
- Perawatan anak.
Anak/bayi adalah individu baru yang belum mengerti benar akan dirinya, atau dengan kata lain mereka belum memahami kebutuhan serta jati diri mereka. Oleh karenanya, menjadi tugas serta tanggung jawab orangtua untuk memberikan perlindungan dan perawatan yang tepat bagi buah hatinya. Tindakan perawatan yang tepat akan mendukung proses tumbuh kembangnya, memberikan rasa nyaman, dan membangun kedektaan anak dengan orangtua.
Meski demikian, melakukan perawatan anak/bayi tidaklah mudah. Orangtua harus mengerti benar apa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh buah hati. Keslaahan dalam mlelakukan perawatan terhadap anak/bayi justru dapat merugikan proses tumbuh kembang serta kesehtannya.
- Seputar ASI dan menyusui
ASI adalah makanan terbaik bagi bayi hingga usia 2 tahun. Bayi yang baru lahir sampai berusia 6 bulan, sangat dianjurkan untuk mendapatkan makanan berupa ASI saja. Di dalam ASI terkandung berbagai macam zat yang sangat dibutuhkan bagi proses tumbuh kembang buah hati kita, salah satunya kolostrum. Kolostrum mengandung zat kekebalan tubuh yang diperlukan buah hati untuk menangkal berbagai macam penyakit dan gangguan kesehatan yang sewaktu-waktu dapat menimpanya. Pemberian ASI eksklusif akan membuat buah hati kita menjadi anak yang sehat, kuat, dan pintar.
- Gangguan kesehatan pada anak dan obat-obatan.
Anak/bayi sebelum berusia 1 tahun sangat rentan terserang penyakit. Oleh karena itu, orangtua harus jeli dan tanggap terhadap setiap risiko kesehatan yang dapat terjadi pada buah hati. Tindakan pencgahan, perawatan kesehatan, pengetahuan tentang sarana medis/petugas medis sehingga orangtua dpat menjaga kesehatan serta keselamatan buah hatinya.
Ketika anak/bayi sakit sebaiknya orangtua segera melakukan pertolongan pertama kemudian mencarikan tindakan perawatan yang tepat (membawa dan berkonsultasi dengan tenaga medis). Tujuannya adalah agr anak mendapatkan perawatan kesehatan yang tepat, cepat, benar, dan efektif. Oleh karena itulah, setiap orangtua harus selalu meningkatkan wawasan kesehatan anak dari waktu ke waktu. Pengetahuan seputar obat-obatan juga sangat diperlukan, untuk mengantisipasi adanya salah indikasi (salah pemberian obat).
- Seputar susu formula dan MP-ASI.
Setelah anak/bayi berusia lebih dari 6 bulan, anak siap menerima makanan tambahan (selain ASI). Makanan tambahan yang dimaksud adalah MP-ASI ataupun pemberian susu formula. Susu formula juga dapat diberikan kepada anak/bayi sebelum usia 6 bulan pada keadaan-keadaan tertentu. Misalnya, adanya gangguan/tidak produksi/berhentinya produksi ASI. Pada keadaan ini tentunya anak/bayi harus diberi susu formula.
Memberikan MP-ASI dan susu formula hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan dan daya terima saluran cerna anak/bayi. Merek yang mahal bukan jaminan bahwa prosduk MP-ASI atau susu formula tersebut adalah yang terbaik bagi buah hati kita. Sebelum memberikan MP-ASI ataupun susu formula, telitilah terlebih dahulu kandungan nutrisi, cara oemberian, dan tanggal kadaluwarsanya.
- Mainan dan cara bermain anak.
Salah satu kesenangan dan kebahagiaan anak adalah bermain. Bermain adlah salah satu hak anak yang harus diperhatikan oleh orangtua. Akan tetapi, tidak sembarang mainan dan cara bermain diperbolehkan dilakukan/dimainkan oleh buah hati kita. Sebagai orangtua kita harus memerhatikan keamanan dan keselamatan buah hati kita. Perhatian bahan, mutu dan profil keamanan mainan yang kita berikan kepada anak. Kita juga harus selalu memerhatikan dan waspada terhadap cara bermain anak. Pastikan anak bermain dengan cara yang wajar, aman serta tidak membahayakan dirinya dan orang-orang di sekitarnya.
- Cara mendidik anak
Anak ibarat kertas putih yang sangat mudah ditulisi. Apa pun yang kita ajarkan kepada anak, tentunya akan membekas dalam ingatannya dalam waktu yang sangat lama. Setiap orangtua tentunya menginginkan yang terbaik bagi buah hatinya. Oleh karenanya, kita sebagai orangtua, berkewajiban memberikan pendidikan yang tepat bagi buah hati kita. Orangtua adalah orang yang paling berperan dalam pendidikan anak, terutama pendidikan anak pada usia dini.
Sebagai panduan bagi orangtua agar tidak salah dalam menilai tumbuh kembang buah hati dan menghindari tindakan membandingkan anak, berikut adalah perkembangan fisik dan mental pada usia 1-24 bulan.
- Usia 1 bulan: mengangkat kepala, menahan kepala dengan sudut 45 derajat, menatap wajah, pandangan bayi mengikuti objek, merespons suara, mengeluarkan suara “aah” dan “ohh”, serta bayi tersenyum dan tertawa.
- Usia 2 bulan: sudah bisa bergumam, dapat melihat mengikuti benda, bayi memerhatikan tangannya, dapat menahan kepala dan menahannya beberapa saat, tersenyum dan tertawa, membuat gerakan lebih teratur, kaki dapat menahan beban ringan.
- Usia 3 bulan: dapat mengenali wajah dan bau orang-orang di sekitarnya, dapat mengangkat dan menahan kepala lebih stabil, pandangan dapat mengikuti objek bergerak, berteriak, tertawa kecil, memainkan ludah, dapat merespons suara keras, dan dapat menahan mainan dengan tangan.
- Usia 4 bulan: dapat mengangkat beban dengan kakinya berguling, meniru suara dua suku kata seperti “mama”, “papa”,”dada”, tumbuh gigi pertama, tertawa saat mendengar orang berbicara, dan dapat mengenggam mainan.
- Usia 5 bulan: bermain dengan tangan dan kakinya, mengenali namanya sendiri saat di panggil, dapat membedakan warna dasar, dapat berguling dan tengkurap, memasukkan benda ke dalam mulut, tidak mau berpisah dengan orang terdekat (ibu), serta merespons suara-suara baru.
- Usia 6 bulan:akan menoleh kea rah datangnya suara, menirukan suara, berguling-terlentang-tengkurap, siap menerima MP_ASI, memasukkan benda ke dalam mulut dapat memindahkan benda dari tangan yang satu ke tangan yang lainnya, dan dapat duduk tanpa sandaran.
- Usia 7 bulan: dapat melambaikan tangan, berdiri dengan berpegangan, membenturkan dua benda dengan tangannya, dan mengenali benda-benda yang dipegangnya.
- Usia 8 bulan: berdiri dengan berpegangan, lebih sering berbicara, merangkak, dapat menunjuk benda, mencari benda yang disembunyikan, dapat mengambil benda dengan menjepitnya, belajar berjalan, dan menunjukkan ekspresi dengan gerak tubuh.
- Usia 9 bulan: mengoceh, mengenali benda-benda di sekitarnya, dapat minum dari gelas bertutup, dapat minum dari gelas bertutup, dapat berdiri tanpa berpegangan, mengeksplorasi lingkungannya sekitarnya, makan dengan tangannya sendiri, bermain ci luk ba, serta memanggil ayah dan ibu dengan panggilan yang benar “mama-papa”.
- Usia 10 bulan: melambaikan tangan, merangkak dengan baik, mengekspresikan keinginan dengan gerak tubuh, dapat berdiri tegak beberapa saat tanpa berpegangan, dan menaruh barang dengan tangan.
- Usia 11 bulan: memahami instruksi sederhana, mengambil dan meletakkan benda tertentu ke tempat tertentu, dan dapat membungkuk dari posisi berdiri.
- Usia 12 bulan: berjalan beberapa langkah, meniru orang lain, dan perbendaharaan kata bertambah.
- Usia 13 bulan: mengambil barang sambil membungkuk, merangkai dua suku kata, dapat bercermin, menyatakan keinginan dengan kata dan gerakan tubuh, dan dapat menggelindingkanbola.
- Usia 14 bulan: mengambil bola dari kotak dan menggosongkannya, dapat berjalan, meniru permainan, menunjuk anggota badan, makan dengan memakai sendok dan garpu, mendorong atau menarik benda sambil berjalan, serta membuka tutup dan memasangnya.
- Usia 15 bulan: menggabungkan 3 suku kata, berjalan mundur, mencoret-coret dengan krayon, berlari, meminta diambilkan sesuatu, dan dapat memberikan isyarat untuk diam dengan cara meletakkan telunjuk di depan mulut.
- Usia 16 bulan: dapat membalik halaman buku, sering marah dan frustasi, menaiki sesuatu, menumpuk 3 balok, mempelajari menggunakan benda/alat di sekitarnya, melepasnya celana sendiri, dan tidur siang dengan teratur.
- Usia 17 bulan: merangkai 6 kata, bermain pura-pura, ucapan mulai jelas, melempar bola, menendang bola, dan mengelompokkan mainan berdasarkan warna/ ukuran/bentuk.
- Usia 18 bulan: menyikat gigi dengan bantuan orang lain, membongkar pasang mainan, mulai bisa buang air kecil sendiri, mengayunkan tangan, dan membuat coretan berpola.
- Usia 19 bulan: menggunakan sendok dan garpu sesuai fungsinya, membantu orang lain, memahami 200 kata, mencuci tangan, menunjuk gambar, mengungkapkan keinginan sewaktu akan buang air.
- Usia 20 bulan: melepas baju sendiri (kaos), belajar 10 kata baru setiap hari, menaiki tangga, ingin tahu terhadap alat kelaminnya sendiri, menggambar garis lurus, dan menyebutkan anggota badan dengan benar.
- Usia 21 bulan: membuat tujuan yang jelas dari aktivitas kecil yang dilakukannya, menyusun 6 balok, menyebut nama gambar di buku, menuruni tangga, mengayunkan tangan dengan kuat.
- Usia 22 bulan: memahami dan mengikuti dua instruksi sekaligus, menyusun puzzle sederhana, menyebut beberapa anggota tubuh sekaligus, memakai baju yang longgar sendiri, dan memahami konsep kebalikan (tinggi x rendah).
- Usia 23 bulan: dapat membuka pintu, menyanyikan lagu sederhana, tertarik bermain dengan anak lain, berbicara sendiri, dan sering bertanya “kenapa?”
- Usia 24 bulan: menyebutkan 6 anggota badan dengan benar, memahami sebagian besar perkataan orang dewasa, berbicara 3 kalimat dengan jelas dan benar, mengungkapkan keinginannya dengan jelas, berjalan menuruni tangga dengan aman, menyadari perbedaan kelamin (laki-laki dan perempuan), dan melompat.


EmoticonEmoticon