Kebutuhan Nutrisi Ibu Pasca Melahirkan




Blog Ananda ku - Kelahiran buah hati adalah masa-masa yang sangat membahagiakan. Namun, beberapa bulan pasca melahirkan akan terlihat perubahan-perubahan pada tubuh ibu. Perubahan tersebut tentunya membutuhkan waktu pemulihan cukup lama dan perawatan yang tepat.
Pada beberapa wanita, masa-masa pasca melahirkan menjadi periode yang sangat memberatkan. Mengembalikan kondisi fisik seperti sediakala tentunya tidak mudah untuk dilakukan. Ditambah lagi kewajiban mengurus anak dan mengurus rumah yang pastinya akan menguras tenaga dan pikiran. Ada banyak sekali hal yang harus mendapatkan perhatian ibu pada waktu yang bersamaan dan tidak jarang semua itu membuat ibu lupa untuk m,enjaga kondisi kesehatannya.
Untuk mendukung aktivitas dan kesehatan ibu pasca persalinan, tentunya dibutuhkan asupan nutrisi yang tepat dan seimbang. Asupan makanan yang bergizi sangat dibutuhkan oleh ibu untuk mengembalikan kondisi fisik, mencukupi kebutuhan energi serta menjaga kondisi tubuh agar tetap prima.
Secar umum, kebutuhan pola makan ibu pasca melahirkan adalah sebagai berikut.
  • Ibu mengonsumsi makanan beragam yang mengandung nutrisi tinggi.
  • Ibu tidak mengonsumsi makanan yang m engandung zat adiktif dan zat lain yang dapat merugikan kondisi tubuh.
  • Ibu harus mengonsumsi banyak cairan.
  • Ibu menghindari gula, alcohol, dan produk diet instan yang beredar di masyarakat.
Adapun makanan yang dibutuhkan oleh wanita pasca melahirkan adalah sebagai berikut.
  • Makanan yang mengandung protein tinggi. Protein dibutuhkan tubuh sebagai unit pembangun dan menggantikan sel-sel tubuh yang rusak. Makanan yang mengandung protein misalnya: sea food, ikan, daging ayam, daging sapi, telur, sayuran, dan kacang-kacangan.
  • Makanan yang kaya kalsium, seperti susu, yoghurt, dan keju.
  • Makanan yang kaya karbohidrat. Karbohidrat diperlukan untuk mencukupi kebutuhan energi tubuh pasca melahirkan. Makanan yang kaya karbohidrat contohnya: nasi putih, roti, sereal, dan jagung.
  • Makanan yang kaya vitamin C, seperti jeruk, tomat, anggur, papaya, dan stroberi.
  • Makanan yang kaya vitamin A, seperti wortel, bayam, buncis, lobak, dan mangga.
  • Makanan yang mengandung lemak tak jenuh seperti margarine, mayonnaise, dan alpukat.
  • Makanan yang mengandung zat besi, seperti bayam, daging sapi, dan hati.
Previous
Next Post »