Perawatan Sehari-Hari Bayi Baru Lahir



Blog Ananda Ku - Kelahiran buah hati tercinta adalah hal yang sangat membahagiakan. Namun, saat-saat yang membahagiakan itu akan segera berubah menjadi kekhawatiran jika kita tidak mengetahui cara merawat buah hati kita yang baru lahir, terutama saat kelahiran anak pertama. Kesalahan pada perawatan bayi yang baru lahir tentunya akan mengakobatkan dampak yang merugikan bagi buah hati. Berikut adalah hal-hal penting yang harus diketahui dalam melakukan perawatan bayi yang baru lahir.
  • Bayi yang dilahirkan sering menangis di minggu-minggu awal. Tangisan bayi pada awal kelahirannya tidak mengeluarkan air mata karena bayi belum memproduksi air mata. Tangisan bayi adalah cara bayi berkomunikasi kepada kita.
  • Bayi yang baru lahir sering lapar. Hal ini wajar dan mudah diamati. Bayi akan menangis berulang-ulang dan mengusapkan jari ke mulutnya.
  • Bayi menangis untuk menunjukkan buang air besar. Bayi merasa tidak nyaman jika popoknya basah terkena kotoran atau kencing.
  • Bayi sering merasa kepanasan atau kedinginan. Bayi yang baru lahir senang dibedong karena memberinya rasa nyaman dan hangat.
  • Bayi sering gumoh. Gumoh pada bayi disebabkan saluran pencernaannya belum sempurna dan terdapat gas yang berlebihan di dalam perutnya. Berikanlah ASI untuk meredakannya.
  • Bayi memberikan sinyal ketika ia merasa sakit. Tangisan bayi saat ia merasa sakit biasanya melengking dan berkepanjangan. Bayi juga akan menggeliat.
  • Bayi membutuhkan ASI eksklusif. ASI mengandung nutrisi yang sesuai dan dibutuhkan oleh bayi. ASI juga mengandung zat kekebalan tubuh yang berfungsi untuk menangkal kuman penyakit.
  • Inisisasi Menyusui Dini (IMD). IMD dilakukan maksimal 2 jam setelah bayi dilahirkan. ASI pertama yang diberikan ibu kaya nakan kolostrum yang sangat bermanfaat untuk kekebalan tubuh buah hati. Selain itu, IMD juga memeprcepat pemulihan kondisi fisik ibu.
  • Bayi tidak membutuhkan jadwal menyusu. Berikan ASI kapan pun dan sesering mungkin. Berikan susu setiap 2 jam sekali.
  • Teknik menyusui yang baik mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif pada buah hati. Teknik menyusui yang baik adalah buka mulut bayi lebar-lebar, kemudian masukkan sebagian besar areola (bagian hitam payudara) ke dalam mulut bayi dan pastikan dagu bayi menempel di payudara.
  • Susuilah bayi lebih banyak di malam hari. Produksi ASI sangat dipengaruhi oleh hormon prolaktin. Aktivitas sangat dipengaruhi oleh hormon ini lebih banyak terjadi di malam hari.
  • Susuilah bayi dari kedua payudara. Di dalam payudara terdapat zat inhibitor ASI yang akan menghambat produksi ASI. Jika ibu berhenti menyusui (atau menyusui dari salah satu payudara saja), zat inhibitor ini akan dihasilkan dan membuat kelenjar susu berhenti memproduksi ASI.
  • Menggendong bayi dengan teknik dan posisi yang baik akan membuat bayi merasa nyaman. Selain itu, juga akan menumbuhkan kedekatan dan ikatan emosional antara ibu dengan bayi.
  • Sewaktu memnadikan bayi, pastikan agar tali pusar bayi tetap kering agar terhindar dari infeksi. Jika akan membersihkan tali pusar bayi, gunakanlah kasa steril yang dibasahi dengan sedikit alcohol.
  • Bersihkan mata bayi dengan kapas yang dibasahi air hangat. Bersihkan dari bagian tengah ke tepi mata.
  • Jangan membersihkan telinga bayi dengan cara mengoreknya menggunakan cutton bud. Cara ini justru mendorong kotoran masuk lebih dalam.
  • Bersihkan daerah sekitar kelamin bayi dengan menggunakan kapas yang dibasahi air hangat. Bersihgkan secar lembut dan pastikan semua kotoran terangkat. Pada bayi perempuan, arah membersihkan daerah kelamin adalah dari bibir vagina menuju anus, bukan sebaliknya.
  • Pilih peralatan dan produk perawatab bayi yang aman untuk bayi. Perhatikan komposisi dan profil keamanannya. Kesalahan memilih alat dan produk perawatan bayi akan fatal akibatnya bagi buah hati.
  • Membersihkan atau memandikan bayi sebaiknya dilakukan secara cepat agar bayi tidak kedinginan.
  • Jika bayi demam (suhu tubuh lebih dari 37,7C), berikanlah obat penurun panas yang dianjurkan oleh dokter. Longgarkan pakaian dan beri kompres air pada daerah ketiak, kaki, dan badan ( bukan dahi ). Tunggu reaksi obat sekitar 45 menit, jika demam masih berlanjut sebaiknya segera bawa buah hati ke dokter.
  • Ketika bayi batuk, berikanlah ASI sesering mungkin. ASI mengandung zat yang dapat meluruhkan lender di tenggorokan yang menyebabkan batuk. Jangan berikan obat batuk apa pun kecuali atas rekomendasi dokter.
  • Bayi yang baru lahir sering buang air besar (8-10 kali sehari). Akan tetapi, jika BAB bayi lebih banyak dan lebih sering dari biasanya, berikanlah ASI sesering mungkin untuk menghindari bayi dari dehidrasi dan segera periksakan bayi ke dokter.
  • Jika bayi tersedak, telungkupkan bayi lalu tepuk-tepuk pundaknya agar benda yang menghalangi jalan napasnya dapat keluar. Jika bayi mengalami kesulitan bernapas, segera bawa bayi ke UGD.
  • Bayi yang baru lahir memiliki kemampuan mendengar yang sudah baik, melihat pada jarak sekitar 30 cm, indra perasa yang sudah berkembang baik, indra peraba yang sangat sensitive, dan indra penciuman yan g lebih baik dari orang dewasa. Dengan demikian, bayi dapat mengerti dan membedakan keadaan disekitarnya.
Previous
Next Post »