Kesalahan Orangtua dalam Melakukan Perawatan Anak



Blog Ananda Ku - Rasa cinta dan kasih sayang orangtua kepada buah hatinya sangat besar. Karena itulah, semua orangtua pasti menginginkan yang terbaik bagi sang buah hati. Sebab, memiliki anak yang sehat dan lucu adalah dambaan setiap orangtua. Namun, untuk mendapatkannya orantua harus mengerti dan memahami cara perawatan anak/bayi yang benar. Melakukan perawatan anak/bayi bukanlah hal yang sulit untuk dilakukan. Kunci utama untuk melakukan perawatan anak/bayi yang baik dan benar adalah orangtua harus mengerti dan memahami cara perawatan anak/bayi, memiliki kesabaran, ketelitian, dan kasih saying, serta memahami keinginan/respons anak/bayi terhadapa tindakan perawatan yang dilakukan.
Tindakan perawatan yang benar akan memberikan manfaat yang sangat besar bagi bayi dan orangtua. Namun sebaliknya, tindakan perawatan yang Slah akan memberikan akibat dan dampak yang buruk.
Adapun manfaat tindakan perawatan anak/bayi yang benar bagi anak/bayi adalaha sebai berikut.
  • Mendukung tumbuh kembang anak yang optimal.
  • Mendukugn perkembangan mental dan kecerdasan anak.
  • Mendukung kesehatan dan mencegah anak sakit-sakitan.
  • Meningkatkan keterampilan fisik, kreativitas, dan kognitif anak.
  • Anak memiliki hubungan emosional yang kuat terhadap orangtua.

Manfaat tindakan perawatan anak/bayi yang benar bagi orangtua adalah sebagai berikut.
  • Tindakan merawat anak/bayi menjadi lebih menyenangkan.
  • Menguatkan rasa cinta dan kasih saying terhadap buah hati.
  • Orangtua tidak risau jika anak/bayi rewel, serta dapat segera melakukan tindakan yang tepat.
  • Orangtua segera menyadari apabila terjadi sesuatu terhadap anak/bayi.
  • Orangtua lebih jeli memnatau perkembangan anak/bayi.
  • Orangtua tidak cepat panic dan dapat mengantisipasi setiap risiko yang mungkin dapat terjadi pada anak/bayi.
  • Mengurangi beban pikiran dan tenaga orangtua.
  • Mengurangi biaya konsultasi ke dokter.
  • Orangtua memiliki waktu yang yang cukup banyak untuk mendampingi tumbuh kembang serta mendampingi dan membimbing tahap eksplorasi anak/bayi.

Untuk dapat melakukan tindakan perawatan anak/bayi yang baik dan benar, marilah kita pelajari kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan orangtua dalam melakukan tindakan perawatan anak/bayi.
  1. Jika bayi menangis, harus segera dipegang atau digendong
Menangis adalah salah satu cara bayi berkomunikasi kepada kita untuk menunjukkan keinginan atau ekspresinya. Kesalahan yang banyak dan sering dilakukan oleh orangtua adalah terlalu panic saat anak menangis. Orangtua akan cepat-cepat memegang dan menggendong anak/bayinya agar anak cepat diam.
Namun, banyak orangtua tidak menyadari kebersihan dirinya sebelum menyentuh/menggendong sang buah hati. Menyentuh buah hati dalam keadaan kotor justru akan membahayakan kesehatan anak/bayi kita. Kekebalan tubuh orang dewasa. Kotoran yang ada di tubuh kita dapat mengakibatkan gangguan kesehatan bagi buah hati kita. Oleh karena itu, sewaktu anak/bayi menangis, kita tidak usah telalu terburu-buru untuk mendiamkannya. Pastikan kebersihan diri kita terlebih dahulu sebelum menyentuh anak/bayi kita!
  1. Bayi harus selalu mengenakan pakaian yang rapat supaya hangat
Kulit dari tubuh anak/bayi jauh lebih sensitive dari kulit orang dewasa. Anak/bayi (terlebih bayi yang baru lahir) sangat mudah kedinginan atau kepanasan. Oleh karena itu, pakaian anak/bayi hendaknya disesuaikan dengan keadaan/cuaca sehingga bayi tidak kedinginan atau kepanasan. Pakaian bayi hendaknya tidak terlalu tertutup. Berikan kesempatan kepada kulit tubuh bayi untuk bernapas.
  1. Bayi yang baru lahir harus memakai kaos tangan dan kaos kaki
Bayi dipakaian kaos tangan dan kaos tangan dan kaos kakinya hanya pada saat dingin atau dengan tujuan untuk menghindarkan bayi melukai anggota tubuhnya sendiri (bayi yang baru lahir memiliki kuku tajam). Memakai kaus tangan dan kaus kaki pada saat cuaca panas dapat menyebabkan bayi merasa tidak nyaman. Selain itu, memakai kaus kaki dan kaus tangan secara terus-menerus dapat mengganggu perkembangan indra peraba.
  1. Menjemur bayi akan membuat bayi lebih sehat
Sinar matahari pagi memang baik bagi bayi. Sinar matahari (UV B) diperlukan untuk mengaktifkan provitamin D menjadi vitamin D dan sinar matahari pagi juga kaya akan vitamin A. namun, menjemur bayi tidak harus dilakukan berlama-lama atau hingga bayi kepanasan. Cukup menemur bayi selama 10-15 menit saja pada saat sinar matahari masih belum terlalu terik (antara jam 8-9 pagi).
Banyak anggapan setelah bayi dijemur, bayi segera dimandikan dengan air dingin agar badannya segar. Perlakluan ini justru tidak baik bagi bayi. Perubahan suhu yang ekstrem dapat membuat metabolisme tubuh bayi terganggu. Selain itu, perubahan suhu tubu yang tiba-tiba dapat membuat bayi terkena hipotermia.
  1. Bayi yang lahir malam, sulit tidur. Agar bayi tersebut tidur, lampu kamar harus dimatikan tidak ada hubungannya anatara bayi yang terlahir di malam hari dengan pola tidur tertentu. Anak/bayi memiliki pola tidur yang berbeda-beda. Namun, pada umumnya bayi yang baru dilahirkan memiliki pola tidur yang tidak teratur. Pola tidur ini akan membaik dengan sendirinya deiring pertambahan usia buah hati. Memutar musik lembut (klasik) dan meredupkan lampu kamar memang dapat membuat anak/bayi lebih tenang, namun hingga kini belum ditemukan cara yabg baku untuk membuat anak/bayi tertidur.
  2. Dilarang memotong kuku hingga anak/bayi berusia 4o hari
Memotong kuku anak/bayi adalah salah satu perawatan kesehatan yang harus diperhatikan orangtua. Memotong kuku anak/bayi memiliki manfaat yang sangat banyak bagi anak/bayi, salah satunya mencegah cedera pada anak/bayi karena mereka mencakar wajah atau bagian tubuhnya sendiri. Selain itu, kuku yang panjang mudah terisi kotoran yang dapat menjadi sumber/sarang penyakit.
Larangan memotong kuku sampai anak/bayi berusia 40 hari sama sekali tidak benar. Kuku anak/bayi sebaiknya dipotong secara teratur/berkala, dengan menggunakan alat pemotong kuku khusus yang aman bagi anak/bayi.
  1. Tidak boleh memandikan bayi sore hari sebelumberusia 4o hari
Tidak masalah memandikan bayi yang belum berusia 4o hari saat sore hari. Bayi yang lahir setelah 6 jam boleh dimandikan. Pendapat bahwa bayi yang belum berusia 40 hari tidak boleh dimandikan saat sore hari tidaklah benar. Mandi bayi hendaknya disesuaikan dengan kondisi lingkungan. Jika cuaca cerah, memandikan bayi saat sore hari sah-sah saja dilakukan dingin, sebaiknya tidak memandikan bayi terlalu sore.
  1. Menarik-narik hdung bayi supaya menjadi mancung
Tidak ada hubungannya antara perlakuan menarik-narik hidunbg bayi agar menjadi mancung. Bentuk hidung seseorang dipengaruhi oleh bentuk tulang hidung yang diperoleh/dibentuk sehak anak/bayi berada di dalam kandungan. Bentuk hidung seseorang sangat erat kaitannya dengan pengaruh genetic. Jika orangtua memiliki hidung yang mancung, kemungkinan besar anak akan memiliki hidung yang mancung juga. Begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu, perlakuan menarik hidung anak justru tidak baik bagi anak/bayi. Perlakuan ini dapat menyebabkan cedera, anak sulit bernapas, serta meningkatkan risiko infeksi hidung  dan saluran napas.
  1. Memakaikan gurita sampai anak/bayi berusia 40 hari, tujuannya adalah agar anak/bayi tidak kembung
Perawatan memakaikan gurita pada bayi merupakan tindakan yang keliru. Tidak ada hubungannya sama sekali antara gurita dan perut kembung. Sebab, selama di dalam kandungan, organ tumbuh dengan pesat sementara ruang yang tersedia terbatas. Saat bayi baru lahir, organ-organ tubuh bayi memiliki kesempatan untuk berkembang tanpa dibatasi oleh ruang, seperti  yang terjadi dalam kandungan. Memakai gurita justru akan memabatasi organ-organ dalam tubuh berkembang. Selain itu, memakai gurita membuat anak/bayi susah bernapas.
  1. Dilarang membawa bayi keluar rumah, sebelum bayi berusia 40 hari
Pendapat ini adalah pendapat yang tidak benar. Bayi boleh dibawa keluar rumah, meskipun belum berusia 40 hari. Namun, orangtua tetap harus memerhatikan kesehatan bayi. Jangan mengunjungi tempat-tempat yang kotor dan mengandung kuman penyakit. Bayi yang baru lahir belum memiliki kekebalan tubuh yang baik. Oleh karena itu, jika mengunjungi tempat-tempat yang kotor mengkhawatirkan akan membuat bayi terserang penyakit.
  1. Agar pusar anak/bayi tidak bodong, ditindih dengan uang koin yang terlebih dahulu dijemur di bawah panas matahari
Tidak ada hubungannya antara bentuk pusar dengan menindihnya dengan koin. Koin/uang logam tentunya mengandung banyak sekali kuman. Tindakan menindih tali pusar (terutama tali pusar bayi yang baru lahir) dapat menyebabkan infeksi. Infeksi tentunya dapat merugikan kesehatan anak/bayi, bahkan dapat mengakibatkan kematian.
  1. Bayi harus sering dibedong agar kakinya tidak bengkok
Tidak ada hubungannya antara membedong dengan bentuk kaki bayi. Banyak orangtua menganggap bahwa membedong bayi akan mencegah kaki bayi menjadi bengkok (berbentuk O atau X). kaki bayi yang bengkok sama sekali nukan karena anak/bayi tidak dibedong. Kelainan tersebut disebabkan adanya penyebab lain seperti kekurangan vitamin D, gangguan/penyakit pada tulang, dan gangguan hormonal ataupun adanya gangguan pertumbuhan.
Membedong bayi justru dapat mengganggu sirkulasi darah, akibatnya menyebabkan jantung bekerja lebih berat. Membedong bayi terlalu erat juga dapat mengganggu pernapasan  bayi. Selain itu, membedong bayi juga akan menghambat perkembangan motorik anak/bayi karena tangan dan kaki tidak dapat bergerak secara bebas.
  1. Kepala bayi yang baru lahir harus diberi bedak, agar bayi tidak pilekl dan demam
Tidak ada hbubungannya antara demam dan pilek pada bayi dengan kepala bayi yang diberi bedak. Memberi bedak di kepala bayi justru dapat menyebabkan berbagai macam gangguan kesehatan. Bedak, terutama yang basah terkena air/keringat, sangat mudah ditumbuhi bakteri.bakteri inilah yang kemudian akan menyebabkan gangguan kesehatan.
  1. Bayi yang belum berusia 40 hari belum boleh dicuci rambutnya dengan menggunakan sampo
Banyak pendapat yang mengatakan bahwa mencuci rambut bayi dengan menggunakan sampo akan membuat bayi masuk angin. Pendapat ini justru merupakan pendapat yang keliru. Bayi yang baru lahir, terutama bayi yang sangat aktif, harus dicuci rambutnya setiap hari. Tujuannya adalah untuk menjaga kebersihan dan kesehatan kulit kepala. Akan tgetapi, yang perlu diingat adalah untuk melakukan perawatan kebersihan rambut bayi harus menggunakan produk perawatan khusu bayi. Struktur rambut dan kulit kepala bayi tentunya berbeda dari orang dewasa. Produk perawatan (sampo) untuk orang dewasa tentunya tidak cocok digunakan untuk bayi.
  1. Bayi yang sudah berusia satu minggu boleh diberi makan campuran pisang dengan nasi
Anggapan ini adalah anggapan yang salah besr. Bayi berusia 1 minggu sama sekali belum bisa menerima makanan apa pun, selain ASI. Memaksakan memberi makanan padat kepada bayi justru akan membawa dampak buruk bagi kesehatannya. Saluran cerna bayi belum memiliki enzim untuk mencerna karbohidrat kompleks (campuran nasi dengan pisang). Perlu diingat, bayi baru bisa menerima makanan padat pertamanya pada usia 6 bulan.
  1. Bayi tidak boleh dimandikan jika tali pusarnya belum putus
Pendapat ini adalah pendapat yang salah. Bayi harus dimandikan setelah 6 jam kelahirannya. Bayi harus selalu bersih agar bayi terhindar dari risiko gangguan kesehatan. Setelah bayi dimandikan, tali pusar bayi harus dibersihkan dan dikeringkan. Tali pusar bayi kemudian diberi antiseptic untuk mencegah risiko infeksi.
  1. Bayi dimandikan dengan air dingin agar bayi menjadi kuat dan tidak mudah sakit
Perawatan seperti ini adalah perawatan yang salah. Memandikan bayi dengan air dingin membuat metabolisme tubuh bayi meningkat karena tubuh bayi menggunakan sumber energi tubuh untuk memproduksi panas akibat suhu lingkungan (air) yang dingin. Akibatnya, bayi kehabisan energi, menjadi lemah dan mudah sakit. Memandikan bayi sebaiknya menggunakan air hangat.
  1. Mencukur rambut bayi hingga rambut habis/gundul akan membuat rambut tumbuh lebat
Anggapan ini adalah anggapan yang salah. Tebal tipisnya rambut tidak dipengaruhi oleh kegiatan memotong rambut. Tebal tipisnya rambut dipengaruhi oleh factor genetic yang diwariskan oleh orangtua.
  1. Bayi diberi kopi agar tidak kejang
Anggapan ini adalah anggapan yang keliru. Kopi mengandung kafein yang dapat mempercepat denyut jantung. Memberikan kopi pada bayi akan membuat denyut jantung bayi semakin cepat dan bayi sering “deg-degan”.
  1. Mengoles cabe rawit di pipi bayi akan membuat lesung pipi pada pipi bayi
Anggapan ini adalah yang keliru, namun sayangnya telah menjadi sebuah pemahaman dan kebiasaan bagi sebagian masyarakat di Indonesia. Lesung pipi dipengaruhi oleh bentuk otot pipi dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan kegiatan mengoleskan cabai rawit. Mengoleskan cabai rawit ke pipi bayi justru dapat membuat iritasi.
  1. Baby Walker membuat anak/bayi cepat bisa jalan
Pemahaman ini adalah pemahaman yang keliru, namun telah mengakar di masyarakat kita. Penggunaan baby walker justru akan membuat bayi lebih lama bisa jalan. Faktanya, di dalam baby walker, bayi hanya akan berjalan duduk. Bayi bergerak ke sana kemari tanpa berdiri tegak. Selain itu, visual bayi juga akan terhalang oleh baby walker. Akibatnya, perkembangan koordinasi otot terganggu dan terhambat.
  1. Semakin cepat anak berhenti mengompol maka anak akan semakin pintar
Tidak ada alas an logis yang dapat mendukung pernyataan ini. Masih wajar jika anak sampai usia dua tahun masih mengompol. Pada usia ini anak belum bisa mengontrol kandung kemihnya dengan baik. Namu, jika anak sudah berusia tiga tahun atau lebih masih menompol, barulah orangtua dapat berpikir untuk memeriksakannya.
  1. Menggendong anak/bayi sampai besar membuat anak semakin sayang kepada orangtuanya
Pandapat ini adalah pendapat yang keliru. Semakin sering dan semakin lama anak digendong, anak akan menjadi malas berjalan. Selain itu, anak tidak akan terlatih emosinya.
Menggendong anak/bayi seharusnya dilakukan dengan teknik yang baik dan aman bagi bayi. Pastikan posisi menggendong benar untuk menghindari anak/bayi dari risiko cedera. Lakukan variasi posisi dalam menggendong dan Anda juga dapat sesekali mengayun atau mengangkat anak/bayi. Tujuannya adalah untuk melatih emosi anak/bayi dan kedekatan dengan orangtua.
  1. Bayi/anak akan merasa senang jika diberi kunci sebagai mainan
Pendapat ini adalah pendapat yang keliru. Bayi cenderung memasukkan benda-benda ke dalam mulutnya. Kunci mngandung timah yang dapat memicu kerusakan otak yang dapat mengganggu perkembangan kecerdasan anak. Selain itu, kunci juga mengandung banyak bakteri yang dapat merugikan kesehatan anak.
  1. Bayi akan merasa senang jika ditengkurapkan di atas selimut yang lembut
Tidur di atas selimut yang lembut memang dapat membuat bayi menjadi nyaman. Akan tetapi, serat bahan selimut dapat terlepas dan terhirup oleh bayi. Akibatnya, bayi dapat mengalami gangguan pernapasan. Dampak buruk yang lain adalah bayi yang tidur di atas selimut berisiko mengalami SIDS. Sebaiknya,  bayi tidak ditidurkan di atas alas yang terlalu lembut dan mudah digeser.
  1. Jangan memberi makan bayi jika bayi tidak rewel. Bayi rewel pertanda bayi lapar
Bayi yang tidak rewel bukan berarti bayi tidak lapar. Pada usia satu minggu pertama, bayi hendaknya diberi ASI secara berkala (setidaknya 6-8 kali sehari). Bayi yang baru lahir memang lebih sering tidur. Ibu hendaknya membangunkan bayi dan memberinya ASI.
  1. Bayi akan merasa senang jika banyak mainan di sekitarnya
Kebanyakan orangtua (terutama orangtua baru) pasti beranggapan bahwa semakin banyak dan lengkap mainan yang ada di sekitarnya maka anak/bayi akan menjadi semakin senang. Anggapan ini adalah anggapan yang kurang tepat. Banyaknya barang di sekitar anak/bayi dapat memicu Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) atau kematian mendadak karena tertimpa barang-barang tersebut. Hal ini tentunya sangat tidak diinginkan oleh orangtua. Oleh karena itu, setiap orangtua hendaknya bijak memilih benda-benda yang sekiranya perlu untuk ditempatkan di sekitar anak/bayi.
Previous
Next Post »