Blog Ananda Ku - Air Susu Ibu (ASI) adalah makanan terbaik bagi bayi yang baru lahir. ASI mengandung berbagai macam nutrisi yang dibutuhkan buah hati untuk tumbuh kembangnya. Selain itu, di dalam ASI juga terkandung berbagai macam zat yang dibutuhkan untuk kekebalan tubuhnya.
Bayi yang baru lahir, sebaiknya segera diberi ASI. Pemberian ASI pada bayi yang baru lahir dilakukan dengan metode Inisiasi Menyusui Dini (IMD). Langkah dalam IMD adalah bayi diletakkan diatas dada ibunya dan bayi dibiarkan untuk mencari putting ibunya. Air Susu Ibu (ASI) yang pertama kali keluar kaya akan protein dan kolostrum . kolostrum sangat banyak manfaatnya bagi bayi. Kolostrum kaya akan zantibodi (zat yang dibutuhkan tubuh untuk melawan zat asing yang masuk ke dalam tubuh) dan imunoglobin (kekebalan tubuh untuk melawan infeksi). Kandungan kolostrum adalah 8,5% protein, 2,5% lemak, 3,5% karbohidrat, 0,4% garam, 85,1% garam dan mineral, sisanya vitamin A,B,C,D,E dan K dalam jumlah sedikit.
- Masa ASI Ekslusif
ASI adalah hak anak. Setiap anak yang terlahir di dunia berhak mendapatkan ASI dari ibunya. Pada dasarnya, setiap bayi hanya membutuhkan ASI saja, bukan susu lainnya. Bayi dari usia 0-6 bulan sebaiknya hanya diberi makan ASI saja. Pemberian ASI sebaiknya diteruskan hingga anak berusia 2 tahun, bahkan dapat lebih.
Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan juga dianjurkan oleh World Helath Organization (WHO), British Nutrition Foundation (BNF), European Society for Pediatric Gastroenterology and Nutrition (ESPGAN), dan Food Agriculture Organization (FAO). Selama masa ASI eksklusif bayi tidak diberi makanan atau minuman tambahan apa pun (seperti: air putih, jus buah, sayur, pure buah dan sayur, madu, bubur, serta makanan lainnya).
- Bagaimana ASI Dihasilkan
Jaringan payudara sudah terbentuk sejak masih berada di dalam kandungan. Jaringan payudara juga dilengkapi dengan saluran-saluran untuk mengeluarkan ASI, baik yang ada di payudara kanan ataupun payudara kiri. Namun, jaringan ini belum berkembang hingga seorang perempuan menginjak usia remaja.
Pada saat usia remaja, di dalam tubuh perempuan menghasilkan hormone estrogen. Hormone inilah yang akan memicu pertumbuhan jaringan payudara. Payudara manusia tersusun dari jaringan ikat, kelenjar lemak, dan kelenjar susu (mamae). Ukuran payudara seorang wanita sangat ditentukan oleh komposisi ketiganya, namun ukuran payudara tidak menentukan sebarapa banyak ASI akan dihasilkan.
ASI diproduksi setelah ibu melahirkan. Di dalam payudara, kelenjar lemak secara signifikan menyusut digantikan oleh kelenjar susu. Kelenjar susu jumlah dan ukurannya bertambah sangat besar, hingga beratus kali lipat. Hal ini membuat ukuran payudara menjadi semakin besar.
Kelenjar susu di dalam payudara disebut lobule yang membentuk kantung penghasil susu (lobe). Pada setiap payudara manusia (kanan dan kiri) terdapat 15-20 lobe, yang semuanya dihubungkan oleh saluran susu menuju puting susu. Setelah 72 jam ibu melahirkan, produksi susu sudah maksimal. Produksi susu dipengaruhi oleh aktivitas hormone prolaktin. Hormon ini akan terus diproduksi selama ibu menyusui. Selain hormone prolaktin, aktivitas bayi menyusu pada ibu juga akan merangsang kontraksi sel halus payudara sehingga lobe akan memproduksi susu dan mengalirkan menuju saluran susu.
- Produksi Kolostrum
Pada akhir masa kehamilan, payudara akan memproduksi kolostrum. Kolostrum diproduksi pada awal-awal masa menyusui. Kolostrum adalah cairan encer dan manis yang mudah dicerna oleh bayi. Namun pada awalnya (saat ASI pertama keluar), kolostrum berupa cairan kental yang berwarna kuning. Kolostrum sangat baik bagi bayi, karena memiliki kandungan protein tinggi dan banyak zat yang berfungsi sebagai kekebalan tubuh. Kolostrum kaya akan zantibodi (zat yang dibutuhkan tubuh untuk melawan zat asing yang masuk ke dalam tubuh) dan imunoglobin (kekbalan tubuh untuk melawan infeksi). Kandungan utama kolostrum adalah 8,5% protein, 2,5% lemak, 3,5% karbohidrat, 0,4% garam dan mineral, 85,1% garam dan mineral, sisanya vitamin A,B,C,D,E dan K dalam jumlah sedikit.
Kolostrum mulai diproduksi oleh payudara ibu sejak usia kandungan 4 bulan. Pada saat ini, hormone prolaktin dan adenohipofise merangsang kelenjar air susu untuk menghasilkan kolostrum. Namun, pengeluaran kolostrum dihambat oleh aktivitas hormone estrogen dan progresteron. Seiring meningkatnya usia kehamilan, hormone prolaktin dan adenohipofise menjadi semakin aktif. Setelah ibu melahirkan (lepasnya plasenta), aktivitas hormone estrogen akan turun semakin drastic dan aktivitas prolaktin akan meningkat. Saat inilah kolostrum dapat keluar dari putting susu sang ibu.
Kolostrum memiliki manfaat yang sangat banyak, di antaranya adalah sebagai berikut.
- Berfungsi sebagai pencahar (pembersih usus bayi) untuk membantu mengeluarkan mekonium (kotoran pertama bayi).
- Melindungi bayi dari diare.
- Melawan benda asing yang masuk ke dalam tubuh bayi.
- Melawan infeksi.
- Menghalangi saluran cerna menguraikan protein.
- Mengelurakan kelebihan bilirubin sehingga bayi tidak menjadi kuning.
- Berperan dalam gerak peristaltic usus.
- Menjaga keseimbangan cairan sel.
- Merangsang produksi susu selanjutnya.
- Menekan perkembangan kuman jahat pada saluran cerna.
Adapun zat kekebalan tubuh yang terdapat dalam kolostrum adalah sebagai berikut.
- Imunoglobin adalah antibody yang berperan penting untunk melawan kuman penyakit (virus dan bakteri). Imunoglobin yang terdapat dalam kolostrum adalah IgA,IgB,IgM,IgD,dan IgE.
- Laktoferin adalah protein yang memiliki afinitas sangat tinggi terhadap zat besi. Laktoferin dan imunoglobin (IgA) berperan mengambil zat besi untuk menghambat perkembangan E. Coli, stafilokokus, dan ragi dalam saluran cerna.
- Lisosom memiliki aktivitas antibakteri dan antivirus. Kadar lisosom dalam ASI jauh lebih tinggi dari susu sapi.
- Faktor antitripsin. Enzim tripsin dalam saluran usus akan memecah protein. Antitrypsin dalam kolostrum berfungsi untuk mengambat kerja tripsin memecah molekul kolostrum yang dapat merusak aktivitasnya.
- Factor bifidus. Bifidus dalam saluran cerna bermanfaat untuk menekan pertumbuhan bakteri jahat dan mendukung bakteri baik.
- Lipase adalah enzim yang berfungsi sebagai antivirus.
- Laktoperoksidase berfungsi untuk membunuh bakteri streptokokus.
- Komponen komplemen. Kolostrum mengandung komplemen C3 dan C4 yang berfungsi sebagai factor pertahanan.
- Sel-sel fagositosis. Sel-sel ini berfungsi untuk “memakan” kuman-kuman jahat penyebabkan penyakit.
- ASI dan kapasitas Perut Bayi
ASI merngandung nutrisi terbaik bagi buah hati. Kandungan nutrisi dalam ASI ada dua jenis, yaitu foremik dan hindmilk.
- Foremik adalah ASI yang diproduksi pada awal menyusui. Foremilk mengandung protein dan laktosa, tetapi kadar lemaknya rendah (hanya 1-2 gram/dL). Foremilk memiliki kandungan air yang tinggi untuk mencukupi kebutuhan cairan bayi.
- Hindmilk diproduksi pada akhir proses menyusui. Kadar lemak hindmilk jauh lebih tinggi dari foremilk (hamper 3 kali lipatnya). Kadar lemak yang tinggi pada hindmilk dibutuhkan untuk mencukupi kebutuhan kalori anak.
Produksi ASI tentunya disesuaikan dengan kebutuhan bayi. Pada hari pertama ASI dihasilkan volemenya sangat kecil karena setiap bayi menyusu hanya membutuhkan 1-2 sendok saja (kapasitas lambung bayi hanya 7 ml saja). Pada hari ke-3 kelahirannya, ukuran lambung bayi meningkat pesat, yakni 25 ml. pada hari ke-7 kapasitas lambungnya menjadi 60 ml dan hari ke-10 menjadi 80 ml. ukuran dan kapasitas perut/lambung bayi meningkat seiring pertambahan usianya.
Adapun tanda bayi yang sudah kenyang menyusu adalah sebagai berikut.
- Bayi memalingkan muka ketika putting susu diarahkan ke dalam mulutnya.
- Bayi menggigit putting susu ibunya.
- Bayi membuat gerakan untuk menjauhkan payudara ibunya.
- Kesalahan Prangtua Seputar ASI dan Menyusui
Ada banyak pendapat yang beredar di masyarakat seputar ASI dan menyusui. Sebagian pendapat tersebut merupakan tradisi turun-temurun sehingga telah menjadi sebuah pemahaman yang sangat kuat. Namun, tidak semua pendapat dan kebiasaan tersebut (seputar ASI dan menyusui) adalah pendapat yang benar. Banyak kebiasaan-kebiasaan salah yang dilakukan oleh orangtua dalam memberikan ASI kepada buah hatinya, namun kesalahan-kesalahan tersebut cenderung dibenarkan oleh orangtua dan orang-orang terdekat.
Kesalahan dalam memberikan ASI kepada buah hati tentunya akan membawa dampak buruk bagi buah hati tercinta. Untuk memperoleh pengetahuan dan pemahaman yang tepat seputar ASI dan menyusui, marilah kita pelajari kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh orangtua seputar ASI dan menyusui berikut ini.
- Kebanyakan ibu tidak menghasilkan ASI yang cukup untuk buah hatinya sehingga bayi perlu disusukan kepada orang lain
Hampir semua wanita mampu memproduksi ASI yang mencukupi kebutuan, bahkan seringkali produksi ASI berlebih. Bayi yang kekurangan ASI bukan disebabkan produksi ASI kurang, melainkan lebih sering dikarenakan oerlekatan bayi yang kurang sempurna.
- Putting dan payudara terasa sakit sewaktu menyusui
Proses menyusui seharusnya sama sekali tidak menyakitkan. Pada awal-awal menyusui, memang terjadi rasa sakit. Namun, akan segera hilang setelah beberapa hari. Rasa sakit ketika menyusui secara terus-menerus dapat jadi merupakan tanda atau gejala adanya kelainan pada payudara ibu. Jika rasa sakit terjadi secara terus menerus, sebaiknya ibu memeriksakannya ke bidan atau dokter. Mengistirahatkan payudara (tidak menyusui bayi) adalah cara yang tidak/kurang tepat dilakukan. Usahakan mengistirahatkan payudara adalah sebagai langkah terakhir yang dilakukan.
- Adalah normal jika 3-4 hari setelah melahirkan produksi ASI masih kurang sehingga bayi perlu diberi susu tambahan
Pendapat ini adalah pendapat yang salah. Memang pada hari-hari pertama menyusui, volume ASI yang keluar sedikit. Produksi (volume) ASI disesuaikan dengan kebutuhan bayi. Pada hari-hari pertama kelahirannya, kapasitas perut (lambung) bayi masih kecil sehingga ASI yang dikeluarkan pun sedikit.
- Bayi yang harus menyusu pada masing-masing payudara selama 20 menit
Pendapat ini adalah pendapat yang keliru. Tidak ada yang mengharuskan bayi menyusu pada payudara ibunya selama waktu tertentu. Jika sebelum 20 menit bayi sudah cukup sudah menyusu (sudah kenyang), ibu tidak boleh memaksakan menyusui bayinya. Namun, ibu juga harus memerhatikan apakah bayi benar-benar menyusu atau tidak. Seringkali bayi hanya “ngempeng” dan hanya bermain saja. Ibu juga harus memerhatikan perlekatan bayi. Proses menyusui tidak akan berlangsung dengan efektif jika perlekatan bayi tidak benar.
- Susu formula kandungannya sama dengan ASI sehingga ibu bekerja tidak perlu menyusui anaknya
Pendapat ini adalah pendapat yang keliru. ASI memiliki kandungan yang jauh lebih lengkap dibandingkan dengan susu formula. Tentunya ASI diproduksi untuk bayi manusi, sedangkan susu sapi (bahan susu formula) diproduksi untuk bayi sapi. ASI adalah makanan terbaik bagi bayi hingga usia 6 bulan. Oleh Karena itu, sangat penting untuk memberikan ASI eksklusif kepada buah hati hingga bayi berusia 6 bulan. Dewasa ini, susu formula diberi tambahan beraneka komposisi nutrisi yang menyerupai komposisi ASI. Meski demikian, zat tambahan dari susu formula yang berasal dari sumber buatan tentunya tidak sebaik sumber alami. Di dalam ASI juga terdapat beraneka zat yang befungsi sebagai kekebalan tubuh buah hati. ASi membantu tubuh bayi melawan berbagai macam kuman penyakit dan infeksi.
- Jika ibu menderita sakit (infeksi, seperti: batuk,pilek,demam,diare,ruam,dan lain sebagainya), ibu tidak boleh meberikan ASI-nya kepada buah hati.
Pendapat ini adalah pendapat yang paling lumrah beredar di masyarakat, namun pendapat ini sama sekali tidak benar. Menyusui bayi pada saat ibu menderita sakit, justru akan membuat bayi lebih tahan terhadap infeksi (kecuali infeksi berat yang penularannya melalu ASI). Pada saat ibu mengalami sakit infeksi, ibu telah menularkan sakitnya sebelum ibu menyadari sakitnya. Menyusui bayi pada saat ibu menyadari sakitnya. Menyusui bayi pada saat ibu sakit justru baik untuk bayi karena ASI adalah perlindungan terbaik bagi infeksi pada bayi. Jika bayi sudah tertular penyakit ibunya, bayi akan lebih cepat sembuh. Di dalam ASI juga terkandung antibody yang dihasilkan dalam tubuh ibu untuk melawan penyakit.
- Ketika cuaca panas, ibu hartus banyak minum air putih sehingga kadar air dalam ASI tidak berkurang
Pendapat ini adalah pendapat yang tidak benar. Cuaca yang panas tidak akan memengaruhi kadar air dalam ASI telah disesuaikan dengan kebutuhan bayi dan tidak akan terpengaruh oleh kondisi lingkungan.
- Bayi yang diberi ASI eksklusif memrlukan tambahan suplemen vitamin D
Tidak benar. Bayi terlahir dengan banyak kandungan vitamin D didalam organ hatinya. Vitamin D adalah jenis vitamin larut lemak sehingga vitamin ini dapat disimpan di dalam organ tubuh (hati). Menjemur bayi di bawah sinar matahri pagi akan membantu tubuh memproduksi vitamin D. pemberian suplemen vitamin D dianggap perlu jika ibu ternyata mengalami kekurangan vitamin D.
- Setiap kali ibu akan menyusui, ibu harus mencuci putting susunya
Pendapat ini adalah pendapat yang tidak benar. Menyuci putting susu justru dapat menghilangkan minyak alami yang bermanfaat untuk melindungi putting susu dari kekeringan. Hilangnya minyak alami pelindung putting akan meningkatkan risiko putting lecet sehingga proses menyusui akan terganggu.
ASI berbeda dengan susu formula. Jika pemberian susu formula harus benar-benar memerhatikan factor kebersihan, tidak demikian halnya dengan pemberian ASI. Di dalam ASI sudah terkandung berbagai zat pertahanan tubuh yang akan melindungi tubuh dari serangan kuman jahat penyebab penyakit.
- Jika ibu ingin mengetahui seberapa banyak produksi ASI-nya, ibu dapat memerah ASi-nya kemudian mengukurnya.
Produksi ASI dipengaruhi banyak factor, seperti nutrisi ibu, keadaan emosional ibu, lama bayi nebyusu, dan lain sebagainya. Jumlah ASI yang berhasil diperah, tidaklah mencerminkan jumlah produksi ASI lebih banyak dari jumlah ASI yang berhasil diperah.
- Bayi yang diberi ASI saja ( ASI eksklusif) harus diberi suplemen zat besi tambahan
Ada anggapan bahwa kandungan zat besi dalam susu formula jauh lebih banyak dari ASI. Pendapata ini adalah pendapat yang tidak benar. ASI mengandung zat besi yang cukup, setidaknya untuk 6 bulan pertama. Kandungan zat besi dalam susu formula memang banyak, tetapi zat besi yang terdapatr dalam susu formula hanya terserap sedikit saja saja dalam usus bayi. Sebagian kandungan zat besi dalam susu formula dibuang melalui BAB bayi.
- Ibu yang sedang mengonsumsi obat-obatan tidak boleh menyusui bayinya
Pernyataan ini adalah pernyataan yang salah. Hanya sedikit jenis oabt-obatan yang tidak aman dikonsumsi selama ibu menyusui karena tidak mudah bagi molekul obat-obatan untuk menembus sawar susu. Walaupin semikian, untuk mengurangi risiko sebaiknya ibu menyusui menghindari mengonsumsi obat-obatan yang sekiranya dapat membahayakn kesehatan bayi. Ibu dapat mempertimbangkan melakukan pengobatan alternative yang relative lebih aman, jika dibandingkan terapi menggunakan obat-obatan sintesitis.
- Ibu menyusui harus memerhatikan setiap makanan yang dikonsumsi
Pernyataan ini tidaklah benar. Ibu menyusui memang dianjurkan untuk mengonsumsi makanan cukup gizi dan berimbang. Namun, tidak ada pantangan makanan apa pun bagi ibu menyusui, kecuali jenis makanan yang dapat memicu alergi. Ibu menyusui tidak harus minum susu tambahan terlebih dahulu untuk dapat menghasilkan ASI dalam jumlah yang cukup dan kualitas yang baik.
- Ibu menyusui harus makan banyak agar produksi ASI-nya mencukupi
Pernyataan ini adalah pernyataan yang tidak benar. Seorang ibu dapat menghasilkan ASI dalam jumlah yang cukup tanpa harus makan dengan porsi yang banyak. Banyak sedikitnya makanan yang dimakan oleh ibu menyusui tidak akan berpengaruh dengan jumlah produksi ASI. Bayi akan tetap mendapatkan ASI sesuai kebutuhannya meski ibu makan dengan pola yang wajar.
- Wanita yang pernah melakukan operasi pembesaran payudara tidak boleh memberikan ASI-nya kepada bayinya
Wanita yang pernah melakukan operasi pembesaran payudara tetap bisa memberikan ASI kepada bayinya. Tidak ada bukti yang menyatakan bahwa menyusui dengan implan silicon berbahaya bagi bayi. Meski demikian, seorang wanita yang pernah melakukan operasi pembesaran payudara (implant silicon) yang dilakukan melalui areola sering mengalami masalah pada pasokan ASI-nya. Hal ini ini juga dialami oleh wanita yang pernah mengalami operasi dengan sayatan di sekitarnya garis areola.
- Bayi dengan kelahiran bibir sumbing tidak bisa menyusu
Pernyataan tidak selamanya benar. Bayi yang terlahir dengan bibir sumbing biasa saja menyusu dengan baik, seperti halnya bayi yang terlahir dengan bibir sumbing sering kali mengalami kesulitan menyusu, namun tetap saja bayi yang terlahir dengan bibir sumbing harus tetap belajar menyusu. Jika sejak lahir bayi bibir sumbing tidak belajar menyusu, selamanya orangtua tidak akan tahu bayi tersebut dapat menyusu atau tidak.
- Menyusui adalah KB alami yang dapat diandalkan, setidaknya untuk 6 bulan pertama setelah kelahiran bayi
Metode ini memang dapat diterapkan, namun tidak ada satupun metode KB yang memberikan perlindungan 100% terhadap kehamilan. Metode menyusui hamper sama baiknya dengan metode pil KB (untuk 6 bulan setelah kelahiran bayi).


EmoticonEmoticon