Blog Ananda Ku - Bayi memiliki pola tidur yang berbeda dengan orang dewasa. Pada hari-hari awal kelahirannya, bayi akan menghabiskan sebagian besar waktunmya untuk tidur. Bayi hanya bangun sebentar dan biasanya bayi tidak tertarik untuk menyusu kepada ibunya. Namun, ada juga bayi yang rewel dan minta untuk terus disusui oleh ibunya. Waktu dan pola tidur bayi sangat tergantung dari aktivitasnya menyusu. Namun, umumnya bayi yang baru lahir menghabiskan 12-20 jam waktunya untuk tidur.
Pola tidur bayi yang cukup lama sebenarnya tidak apa-apa, hanya saja bayi harus mendapatkan asupan ASI yang cukup. Untuk memastikannya, ibu harus membangunkan bayi setiap 2 jam untuk memberinya ASI. Hasil penelitian menyatakan bahwa bayi yang tidak tidur nyenyak justru rentan sakit, iritasi,infeksi, dan kurang responsive saat terjaga. Pola tidur bayi juga erat kaitannya dengan kekebalan tubuh bayi terhadap serangan penyakit. Selain itu, kualitas tidur bayi yang baik (nyenyak) akan mendukung perkembangan otak dan kecerdasannya.
- Waktu Tidur dan Pola Tidur Bayi
Bayi yang baru lahir menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tidur. Bayi yang baru lahir dapat tidur selama 12-20 jam dalam sehari. Waktu tidur ini terbagi menjadi beberapa waktu tidur, tidur siang selama 7,5 jam dan tidur malah selama 8,5 jam. Bayi hanya akan terjaga ketika merasa lapar, popoknya basah, kepanasan, kedinginan ataupun merespons keadaan lingkungan sekitarnya.
Orangtua harus memahami pola tidur bayi. Pola tidur bayi juga mengikuti siklus tertentu. Adapun siklus tidur bayi beserta cirri-cirinya sebagai berikut.
- Tidur ringan: bayi terlihat sesekali tersenyum, otot tubuhnya terlihat kencang, dan napasnya terdengar tidak teratur.
- Tidur dalam: napasnya dalam dan teratur, ototnya terlihat rileks, dan wajah bayi tidak berubah saat tidur.
Siklus tidur dalam adalah siklus tidur yang baik bagi bayi. Pada saat tersebut terjadi perkembangan sel otak yang maksimal dan sel tubuh juga menghasilkan hormone-hormon pertumbuhan.
Kualitas tidur bayi yang memiliki syarat sebagai berikut:
- Tidur tidak mengalami gangguan;
- Tidak terbangun beberapa kali saat tidur;
- Waktu tidur sesuai dan cukup dengan kebutuhan bayi;
- Jadwal tidur mengikuti ritme biologis bayi.
Adapun jadwal tidur yang sesuai dengan ritme biologis bayi adalah sebai berikut:
| Usia | Lama Tidur |
| 0-20 bulan | 16-18 jam/hari |
| 2-6 bulan | 14-16 jam/hari |
| 6-12 bulan | 13-15 jam/hari |
| 13 bulan | 12-14 jam/hari |
| 3-5 tahun | 11-13 jam/hari |
| 5-12 tahun | 10-11 jam/hari |
| 12-18 tahun | 8,5-9,5jam/hari |
- Waktu dan Pola Tidur Bayi Berhubungan dengan Kesehatan Tubuh Secara Menyeluruh dan Perkembangan Otak Bayi
Kualitas tidur yang didapat oleh bayi tidak kalah pentingnya dari asupan nutrisi. Kebiasaan tidur yang sehat dapat mendukung tumbuh kembang, kesehatan, dan kecerdasan buah hati. Saat tidur sel-sel otak berkembang dengan optimal sehingga pola tidur yang sehat sangat diperlukan untuk mendukung pertumbuhan sel-sel otak bayi dan membuatnya menjadi anak yang cerdas. Tidur yang sehat dan berkualitas juga dibutuhkan bayi untuk pertumbuhan dan fungsi organ tubuh yang optimal.
Bayi yang kurang tidur akan membuat perkembangna emosinya terganggu. Anak yang kurang tidur akan mengalami hambatan pada perkembangan motorik dan konsentrasinya. Tidur yang tidak sehat dan tidak berkualitas dapat menyebabkan berbagai permasalahan kesehatan pada anak/bayi, seperti obesitas,resistansi insulin (diabetes), dan penyakit kardiovaskuler. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa anak yang kurang tidur memiliki risiko 92% mengalami obesitas dibandingkan dengan anak yang memiliki kualitas tidur yang baik.
- Tips Membuat Bayi Tidur dengan Nyenyak
Memahami pola dan siklus tidur bayi memang tidak mudah. Orangtua harus teliti dan sabar untuk membantu buah hati mendapatkan tidur yang berkualitas, terutama pada tahun pertama kelahirannya.
Berikut adalah tips yang dapat dilakukan untuk mengatur pola tidur bayi.
- Tetapkan jadwal tidur bayi secara teratur.
- Atur kegiatan rutin menjelang tidur, terutama ditujukan untuk meredakan keaktifan bayi, misalnya dengan membacakan dongeng atau memberikan usapan lembut.
- Pastikan kamar si kecil kondusif untuk tidur.
- Jangan menyalakan TV, computer atau membuat suara bising yang dapat menganggu tidur bayi.
- Pastikan bayi selalu mendapatkan ASi sesuai kebutuhannya. Jika perlu bangunkan bayi untuk disusui.
- Kesalahan Orangtua Seputar Waktu dan Pola Tidur Anak/Bayi
Ada banyak pendapat yang beredar di masyarakat seputar waktu dan pola tidur bayi. Sebagian pendapat tersebut merupakan tradisi turun-temurun sehingga telah menjadi pemahaman yang tertanam kuat di benak masyarakat kita. Namun, tidak semua pendapat dan kebiasaan tersebut (seputar waktu dan pola tidur bayi) adalah pendapat yang benar. Banyak kebiasaan-kebiasaan salah yang dilakukan oleh orangtua dalam mengatur waktu dan pola tidur bayi buah hatinya. Namun sayangnya, kesalahan-kesalahan tersebut cenderung dibenarkan dan dilakukan oleh banyak orangtua.
Kesalahan dalam mengatur waktu dan pola tidur bayi buah hati dfapat membawa dampak buruk bagi buah hati tercinta. Untuk memperoleh pengetahuan dan pemahaman yang tepat seputar waktu dan pola tidur bayi, marilah kita pelajari kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh orangtua seputar waktu dan pola tidur bayi berikut ini.
- Bayi jangan digendong terlalu lama karena tidak akan bisa tidur dengan sendirinya
Pendapat ini adalah pendapat yang keliru. Bayi mudah tertidur ketika perutnya kenyang dan tubuhnya hangat. Menggendong bayi memang akan membuat bayi meras hangat dan nyaman. Namun, bayi tetap dapat “belajar” tidur dengan sendirinya setelah ia berusia 4 bulan. Pada usia ini bayi tidak perlu tergesa-gesa untuk menggendongnya saat bayi terbangun.
- Kualitas tidur bayi lebih penting dari kuantitasnya
Pernyataan ini adalah pernyataan yang keliru. Bayi membutuhkan keduanya. Bayi membutuhkan kualitas dan kuantitas tidur yang baik. Bayi membutuhkan waktu tidur yang cukup sesuai dengan ritme biologisnya sehingga sewaktu terbangun akan memiliki cukup energi untuk beraktivitas secara maksimal.
Kualitas tidur bayi dibutuhkan untuk membantu tahap tumbuh kembangnya, menghindarkannya dari risiko penyakit berbahaya dan mendukung kecerdasannya. Bayi/anak yang tidurnya kurang berkualitas, rentan terserang penyakit dan mengalami gangguan emosional.
- Kamar bayi dibuat gelap agar bayi tidurnya nyenyak
Pendapat ini ada benarnya. Ruangan yang gelap ada hubungannya dengan produksi hormone metionin. Hormone metionin adalah hormone yang dihasilkan kelenjar pineal yang berperan dalam siklus tidur seseorang. Hormone ini lebih cepat diproduksi pada ruangan gelap, dibandingkan ruangan terang.
- Agar bayi tidur nyenyak di malam hari, sebelum tidur ibu harus menyusuinya terlebih dahulu sampai bayi kenyang Perut bayi yang terlalu kenyang justru akan membuat bayi susah tidur. Perut bayi akan kembung dan bayi menjadi gelisah. Susuilah bayi secara wajar, jangan terlalu kenyang dan jangan sampaii bayi lapar. Dengan demikian, bayi akan mudah tertidur.
- Bayi tidak butuh tidur siang
Bayi memiliki pola tidur yang berbeda-beda. Akan tetapi, bayi yang berusia dibawah satu tahun memerlukan tidur siang. Jika bayi tidak tidur siang, bayi akan rewel dan mudah lelah. Waktu tidur bayi yang baik adalah sama setiap harinya. Karena itulah, penting untuk membuat dan mematuhi jadwal tidur bayi.
- Bayi yang kurang tidur akan mengganggu perkembangan kecerdasannya
Pola tidur memang ada kaitannya dengan perkembangan kecerdasan bayi. Banyak penelitian yang telah membuktikan keterkaitan ini. Waktu tidur dan pola tidur yang berkualitas akan mendukung kecerdasan buah hati.
- Jika ingin bayi tidur nyenyak di malam hari, biarkan saja bayi bermain sampai lelah
Pendapat ini adalah pendapat uang keliru. Membiarkan bayi tidur larut malam akan membuat bayi lebih susah tertidur. Bayi juga akan memasuki tahap hyperalert, yaitu kondisi bayi lebih sering terbangun saat tengah malam.
Tidur bayi yang baik adalah tidur bayi yang berpola.
Artinya, bayi memiliki jadwal tidur yang tetap dan pola tidurnya pun berkualitas.
- Agar bayi tertidur dengan nyenyak, bayi harus ditidurkan miring atau tengkurap
Pendapat ini adalah pendapat yang keliru. Untuk mengurangi risiko kematian mendadak pada bayi, sebaiknya bayi ditidurkan terlentang. Menidurkan bayi dengan posisi miring atau tengkurap dapat menganggu pernapasannya.
- Orangtua dapat mengontrol waktu tidur bayi
Bayi yang baru lahir memiliki kesiapan tidur dan bangun ketika mereka memang memerlukannya. Bayi akan terjaga ketika merasa lapar, mengompol, marah atau merespons sesuatu. Kenyataannya sangat sulit mengatur pola tidur bayi. Orangtua hanya dapat mencoba dan mengondisikan tidur bayi, dengan mngamati semua respons dan isyarat bayi seperti menguap, rewel, dan lain sebagainya.
- Bedong akan membuat bayi tidur dngan lelap
Membedong bayi memang dapat membuat bayi merasa tenang dan nyaman. Akan tetapi, membedong bayi juga harus dilakukan dengan benar, jangan terlalu kencang dan jangan pula terlalu longgar. Bayi juga tidak boleh dibedong secara terus-menerus. Membedong bayi secara terus-menerus dapat menganggu pernapasan dan peredaran darah bayi.


EmoticonEmoticon