Blog Ananda Ku - Buah hati kita membutuhkan asupan nutrisi yang baik untuk mendukung tumbuh kembangnya. Makanan yang bergizi seimbang diperlukan oleh sel-sel tubuh untuk menjalankan aktivitas dan fungsi kehidupan. Tanpa asupan nutrisi yang cukup, tubuh tidak akan dapat berfungsi dengan baik. Makanan yang bergizi juga dibutuhkan buah hati kita untuk menjaga kesehatan dan mendukung perkembangan kecerdasannya.
Anak usia 0-3 tahun berada pada golden age atau periode tumbuh kembang emas. Pada periode ini proses tumbuh kembang anak sangat pesat. Proses tumbuh kembang pada periode ini bersifat permanenn, artinya proses tumbuh kembang pada periode golden age tidak akan terulang lagi dan kegagagaln tumbuh kembang pada tahap ini akan bersifat fatal bagi proses tumbuh kembang pada tahap selanjutnya. Oleh karena itu, nutrisi memegang peranan yang sangat penting dan menentukan kualitas buah hati kita di masa mendatang.
- Kebutuhan Gizi Anak Berbagai Tingkatan Usia
Kebutuhan nutrisi anak tentunya berbeda dengan kebutuhan nutrisi orang dewasa. Anak membutuhkan kalori yang mencukupi kebutuhan tubuhnya. Kalori diperlukan untuk memberikan energi tubuh yang cukup untuk mendukung fungsi tubuh dan aktivitasnya sehari-hari. Anak juga membutuhkan protein untuk mendukung proses tumbuh kembangnya. Sementara itu, lemak sebagai cadangan energi dan melarutkan nutrisi tertentu (misal: v itamin A,D,E, dan K). selain itu, mereka juga membutuhkan asupan vitamin dan mineral. Semua nutrisi itu harus diberikan secara cukup dan berimbang. Kekurangan salah satu nutrisi dapat menyebakan dampak buruk bagi kesehatan tubuh dan proses tumbuh kembang buah hati kita.
Berikut adalah table kebutuhan kalori berdasarkan tingkatan usia:
| TINGKATAN USIA (TAHUN) | LAKI-LAKI (Kalori) | PEREMPUAN (Kalori) | |
| 1-3 tahun | 1230 | 1165 | |
| 4-6 tahun | 1715 | 1545 | |
| 7-10 tahun | 1970 | 1740 | |
| 11-14 tahun | 2220 | 1845 | |
| 15-18 tahun | 2755 | 2110 | |
| Dewasa | 2550 | 1940 |
- MP-ASI
MP-ASI atau Makanan Pendamping ASI adalah makanan padat yang diberikan kepada buah hati setelah buah hati berusia lebih dari 6 bulan. Ketika anak/bayi sudah siap menerima MP-ASI, anak/bayi akan menunjukkan tanda berupa:
- Bayi sudah biasa menahan kepalanya dalam posisi tegak dan stabil;
- Bayi berhenti mendorong makanan dengan lidahnya;
- Bayi dapat duduk tanpa bersandar;
- Bayi terlihat lapar dan tidak puas hanya diberi ASI saja;
- Mulai tertarik dengan makanan yang dimakan orang dewata.
Adapun hal-hal yang harus diperhatikan dalam pengenalan MP-ASI kepada buah hati adalah sebagai berikut.
- MP-ASI diberikan sedikit demi sedikit, misalnya: 2-3 sendok saat pertama.
- Frekuensi pemberian MP-ASI dinaikkan secara bertahap.
- Pengenalan sayur didahulukan dari buah.
- Hindarkan penambahan gula dan garam. Untuk menambah citarasa dapat digunakan kaldu yang dibuat secara alami.
- Jangan terlalu banyak mencampur jenis bahan makanan dalam MP-ASI, terutama pada awal-awal pemberiannya.
- Perhatikan makanan yang dapat menimbulkan reaksi alergi.
- Kuning telur dapat diberikan sejak anak berusia 6 bulan. Namun, pemberian putih telur harus diperhatikan karena dapat memicu alergi.
- Madu sebaiknya diberikan setelah bayi berusia 1 tahun karena di dalam madu sering kali terdapat bakteri yang dapat menghasilkan toksin botulism.
- Membuat MP-ASI harus memerhatikanj kebersihan dan higienitas alat serba bahan.
- Sumber Makanan Bergizi yang Mendukung Proses Tumbuh Kembang Buah Hati
Nutrisi yang baik tentunya diperoleh dari sumber yang baikm pula. Oleh karena itu, orangtua harus jeli memilih bahan makanan yang akan diolah dan diberikan untuk buah hati. Sumber makanan yang baik dan bergizi akan mendukung proses tumbuh kembang, menjaga kesehatan serta menghindarkan buah hati dari serangan berbagai penyakit dan gangguan kesehatan lainnya.
Berikut adalah sumber makanan yang baik bagi buah hati.
- Roti, sereal, nasi, pasta, dan kentang merupakan sumber energi yang baik bagi buah hati. Selain itu, sumber makanan ini juga kaya akan serat, vitamin, dan mineral.
- Biji-bijian dan kacang-kacangan. Kacang-kacangan dan biji-biji mengandung omega-3 yang sangat dibutuhkan untuk perkembangan otak dan kecerdasan buah hati. Kacang juga merupakan sumber serat yang tinggi.
- Tahu memiliki kandungan protein uang tinggi, vitamin B, kalsium, zat besi. Kesemuanya dibutuhkan bagi pertumbuhan tubuh dan tulang.
- Yoghurt mengandung probiotik yang berperan untuk menjaga kesehatan saluran cerna dengan menekan pertumbuhan bakteri jahat yang terdapat di dalam saluran cerna.
- Buah mangga. Buah mangga kaya akan vitamin C yang dibutuhkan untuk penyerapan zat besi, menangkal berbagai serangan penyakit, serta menjaga kesehatan gigi dan gusi buah hati.
- Susu merupakan sumber protein dan kalsium. Protein diperlukan sebagai unit pembangun tubuh, sementara kalsium dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang dan gigi.
- Ikan salmon. Ikan salmon merupakan sumber omega-3 yang dibutuhkan untuk perkembangan otak dan kecerdasan anak.
- Ubi jalar. Ubi jalar kaya akan kandungan betakaroten yang dibutuhkan untuk mejaga kesehatan mata anak. Selain, betakaroten juga dapat berperan sebagai antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas.
- Seperti ubi jalar, wortel, juga merupakan sumber vitamin A yang diperlukan bagi kesehatan mata buah hati.
- Alpukat merupakan sumber lemak tak jenuh yang sangat baik bagi tubuh buah hati.
- Kesalahan-kesalahan Orangtua Seputar Menu Makanan Anak/Bayi dan MP-ASI
Setiap orangtua pasti menginginkan yang terbaik untuk buah hatinya. Setiap orangtua akan mengusahakan buah hatinya mendapatkan nutrisi yang cukup dan berimbang untuk mendukung proses tumbuh kembangnya. Namun, terkadang banyak kesalahan fatal yang dilakukan oleh orangtua dalam memberikan makanan kepada buah hatinya. Kesalahan pemberian menu makanan (dan MP-ASI) kepada buah hati dapat menyebabkan dampak yang tidak diinginkan, seperti; gangguan saluran pencernaan, pertumbuhan dan perkembangan anak terhambat, anak menjadi trauma makan, dan lain sebagainya.
Oleh karena itu, agar kita tidak melakukan kesalahan dalam menyiapkan, menyajikan, dan memberikan menu makanan (dan MP-ASI) kepada buah hati, marilah kita pelajari kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan orangtua dalam memberikan menu makanan (dan MP-ASI) kepada buah hatinya.
- Bayi yang belum berusia 6 bulan boleh diberikan makanan tambahan, asalkan sudah menunjukkan tanda-tanda siap menerima makanan
Saluran cerna bayi siap menerima makanan padat pertamanya setelah 6 bulan, meskipun pada saat bayi sudah menandakan tanda-tanda kesiapan menerima makanan padat pertamanya. Pemberian makanan padat yang terlalu dini dapat mengakibatkan risiko sembelit ataupun alergi makanan.
- Bayi siap menerima makanan padat pertamanya ketika bayi sering terlihat memasukkan tangan ke dalam mulutnya
Bayi, bahkan sebelum berusia 6 bulan, memang sering terlihat memasukkan tangan ke dalam mulutnya. Fase perkembangan bayi ini disebut sebagai fase oral. Fase oral bukanlah merupakan tanda-tanda yang pasti menunjukkan bahwa bayi siap menerima makanan padat pertamanya.
- Bayi harus selalu mengonsumsi makanan halus sampai ia berusia 1 tahun
Jenis dan tekstur makanan bayi harus disesuaikan dengan perkembangan bayi. Pada awal-awal pemberian makanan padat, tekstur makanan memang harus halus. Akan tetapi, seiring perkembangan bayi, tekstur makanan secara bertahap dapat ditingkatkan.
- Agar anak makan banyak, anak harus diajak makan sambil berkeliling
Kita tidak perlu melakukan hal tersebut. Biarkan anak belajar makan sesuai dengan kesiapannya. Berikan makan ketika bayi menunjukkan sinyal lapar. Memberikan makanan dengan baik sesuai kebutuhan dan kesiapan anak akan memicu keinginan anak untuk makan.
- Bayi sudah siap menerima makanan bertekstur ketika anak sudah tumbuh gigi
Pendapat ini adalah pendapat yang keliru. Pertumbuhan gigi anak tidak ada kaitannya dengan kesiapan anak menerima makanan bertekstur kasar. Pertumbuhan gigi bukanlah tolok ukur bagi orangtua untuk memberikan jenis makanan bertekstur kasar kepada buah hati. Makanan bertekstur padat/kasar justru merangsang pertumbuhan gigi. Makanan bertekstur kasar akan merangsang anak untuk menggerakkan rahangnya.
- Dalam memberikan makanan kepada anak, yang terpenting adalah memberikan makanan favorit anak sehingga anak makan banyak dan lahap.
Dalam memberikan makanan kepada buah hati yang perlu diperhatikan adalah nutrisi yang terkandung dalam makanan. Pastikan makanan yang diberikan kepada anak mengandung nutrisi yang baik, cukup, dan seimbang.
- Ketika bayi tidak menyukai makanan yang kita berikan kepadanya, bayi akan menyemburkan makanan tersebut dari mulutnya.
Pendapat ini adalah pendapat yang tidak benar. Bayi yang belajar makan mempunyai refleks untuk mengeluarkan benda asing yang masuk ke dalam mulutnya. Bayi menyemburkan makanan adalah wajar, terutama pada awal-awal pemberian makanan padat pertamanya. Namun, jika bayi sudah cukup besar menyemburkan makanan dari mulutnya dapat jadi merupakan sinyal bahwa bayi sudah merasa kenyang.
- Jika bayi menolak MP-ASI, kita tidak harus melanjutkan pemberiannya. Bayi cukup diberi ASI saja
Bayi yang telah berusia 6 bulan membutuhkan nutrisi tidak hanya dari ASI saja. Pemberian MP-ASI pada bayi setelah berusia lebih dari 6 bulan sangat banyak manfaatnya. Selain mencukupi kebutuhan nutrisinya, pemberian MP-ASI juga akan merangsang perkembangan pencernaan bayi, social kemandirian, dan mencegah anak kesulitan makan.
- Bayi belum mengenal rasa sehingga kita cukup memberikan satu sumber makanan saja kepada bayi
Pendapat ini adlaha pendapat yang tidak benar. Bayi dapat menerima variasi makanan seiring dengan pertumbuhan dan perkembangannya. Variasi makananjuga akan semakin melengkapi kebutuhan nutrusunya. Meski demikian, pada awal tahap pemberian makanan padat kepada bayi, sebaiknya kita tidak terlalu banyak mencampur jenis bahan makanan. Biarkan bayi beradaptasi terlebih dahulu dengan satu bahan makanan. Setelah dipastikan tidak ada reaksi alergi, bayi dapat diberikan jenis makanan yang lain.
- Anak tidak membutuhkan susu formula cukup ASI saja
Susu adalah sumber nutrisi yang sangat baik. Susu kaya akan protein dan kalsium. Protein sangat diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuh anak, sedangkan kalsium diperlukan pertumbuhan tulang dan gigi anak. Anak hingga usia 6 bulan sebaiknya hanya diberi ASI saja (ASI eksklusif). Hungga buah hati berusia 12 bulan, ASI memang adalah makanan terbaik dan terpenting bagionya. Namun, setelah buah hati berusia lebih dari 12 bulan, bayi dapat diberikan susu tambahan (susu formula).
Berikut adalah panduan pemberian susu tambahan (susu formula) bagi buah hati kita.
- Anak berusia 1-2 tahun dapat diberikan susu full creamyang mengandung 4% lemak.
- Anak berusia lebih dari 2tahun dapat diberikan susu rendah lemak yang mengandung 2% lemak.
- Orangtua sebaiknya tidak memberikan susu bebas lemak (susu skim) pada anak yang belum berusia 5 tahun.
- Semua jenis ikan baik bagi buah hati
Memang benar ikan mengandung omega-3, DHA, dan EPA yang diperlukan dalam pertumbuhan dan perkembangan otak anak. Namun, orangtua juga harus memerhatikan sumber (jenis ikan) yang diberikan kepada buah hati. Banyak jenis ikan yang memiliki kandungan logam berat di dalam tubuhnya, terutama jenis ikan yang menduduki tingkatan rantai makanan yang tinggi (ikan hiu dan ikan besar lainnya).
- Makanan yang baik adalah makanan yang disajikan dalam kondisi segar (mentah)
Pendapat ini bukanlah merupakan pendapat yang benar. Dalam memberikan makanan kepada buah hati kita yang perlu diperhatikan adalah kandungan nutrisi serta kehigienitasan makanan. Makanan segar (mentah) seringkali mengandung kuman penyakit yang dapat merugikan kesehatan buah hati.
Memasak makanan dengan cara yang benar dapat mempertahankan kandungan dan kualitas nutrisi. Selain itu, memasak makanan dengan benar dapat membunuh kuman-kuman penyakit yang mungkin terdapat di dalam bahan makanan.
- Anak banyak makan, tetapi badannya tetap kurus. Dapat dipastikan anak menderita cacingan dan anak kurus diberi obat cacing.
Postur anak dapat dipengaruhi oleh pola genetic anak. Anak yang berbadan kurus tidak selalu mengalami cacingan. Anak yang bertubuh gemuk juga dapat mengalami cacingan. Oleh Karen itu, sangat penting selalu menjaga dan memeriksakan kesehatan anak secara berkala. Salah satu cara untuk menjaga kesehatan anak adalah dengan memberikan obat cacing kepada anak setiap 6 bulan sekali.
- Anak yang sangat aktif cenderung memiliki badan yang kurus
Pendapat ini tidaklah benar. Anak berbadan kurus bukan karena akan aktif. Anak bertubuh kurus (sangat kurus) dapat disebabkan anak kekurangan asupan nutrisi, menderita kelainan/gangguan kesehatan ataupun karena pengaruh genetika. Anak akan memiliki tubuh yang bagus selama komposisi nutrisi yang diberikan kepadanya cukup dan seimbang.
- Adakalanya anak susah makan. Biarkan saja, nanti pasti akan membaik dengan sendirinya!
Pendapat ini adalah pendapat yang keliru. Anak sulit makan akan berisiko mengalami gangguan pencernaan. Kekurangan gizi pada anak, terutama pada periode emas perkembangannya (0-3tahun), dapat berakibat fatal. Pada periode emas (usia 0-3 tahun), anak mengalami proses tumbuh kembang yang sangat pesat. Oleh karena itu, pada periode ini anak harus mendapatkan asupan nutrisi yang cukup dan seimbang.
- Anak yang sulit makan atau sulit menerima jenis makanan yang baru, merupakan tanda atau gejala anak mengalami neophobia. Neophobia adalah ketakutan untuk mencoba segala sesuatu yang baru.
Anak yang sulit makan atau sulit menerima jenis makanan yang baru bukan berarti anak mengalami neophobia. Anak sulit makan bisa disebabkan banyak hal, misalnya gangguan motor oral, oral hipersensitif, gangguan saluran cerna, dan anak pernah mengalami trauma makan. Gangguan oral motor dan oral hipersensitif membuat anak menolak makanan yang bertekstur kasar dan sulit idtelan. Anak yang mengalami yang bertekstur lembut, seperti mi, bubur, telur, nugget, biscuit, dan makanan bertekstur lembut lainnya.
- Anak boleh makan kapan saja sesuai dengan kemauannya. Tidak perlu membuat jadwal makan yang teratur bagi anak. Jadwal makan hanya dibutuhkan oleh orang dewasa saja.
Pendapat ini adalah pendapat yang keliru. Jadwal makan membuat anak makan dengantertaur sehingga waktu dan pola makan anak akan terjaga. Pola makan anak yang benar akan mendukung kesehatan dan fungsi saluran cernanya. Anak yang makan dengan pola yang teratur sangat jarang mengalami gangguan makan dan gangguan saluran cerna.
- Tidak ada pengaruhnya perlatan makan dengan pola makan anak. Orangtua boleh memberikan makanan kepada anak dengan perlatan makan apapun karena anak belum dapat mebedakan bentuk dan kegunaan perlatan makan.
Pendapat ini tidak sepenuhnya benar. Memang anak belum mengerti kegunaan alat makan dengan benar. Namun, tidak semua alat makan yang dijual dipasaran aman bagi buah hati. Banyak peralatan makan anak yang justru dapat merugikan kesehatan buah hati. Oleh karena itu, orangtua harus memerhatikan bahan, jenis, dan profil kemanan perlatan makan yang digunakan untuk ,menyiapkan, menyajikan, dan memberikan makanan kepada buah hati.
- Kandungan zat besi dalam ASI tidaklah mencukupi kebutuhan bayi. Oleh karena itu, bayi harus diberikan tambahan zat besi pada bahan makanan tambahannya (BMT).
Pemberian BMT yang terlalu dini justru dapat menyebabkan penurunan kualitas absorbi zat besi dan mikronutrisi kualitas absorbsi zat besi dan mikronutrisi lainnya. Walaupun kandungan zat besi dalam ASI sangat kecil (0,08%), absorbsinya sangat baik. Bayi yang diberi ASI eksklusif tidak akan mengalami kekurangan zat besi, setidaknya hingga usia 6 bulan sejak kelahirannya.
- Sayuran hijau yang direbus akan kehilangan nutrisinya
Pendapat ini adalah pendapat yang keliru. Jika kita merebus sayur dengan cara yang benar, kandungan nutrisinya akan tetap terjaga. Namun, jika merebus sayuran terlalu lama sampai warnanya berubah menjadi abu-abu dapat dipastikan sebagian nutrisinya akan larut dalam air, bahkan rusak.
- Air tajin (air rebusan beras) akan membuat tubuh anak menjadi kencang dan berisi
Pendapat ini adalah pendapat yang tidak benar. Air tajinj hanya mengandung kalori saja. Air tajin tidak ada kaitannya dengan perkembangan dan pertumbuhan tubuh anak.
- Madu selalu lebih sehat dari gula. Oleh karena itu, gula pada makanan dan minuman anak harus diganti dengan madu.
Faktanya madu tetap mengandung gula yang dapat menyebabkan gigi anak berlubang. Madu juga tidak dianjurkan diberikan kepada anak yang berusia 1 tahun. Di dalam madu mungkin terkandung bakteri yang dapat menghasilkan toksin botulism.


EmoticonEmoticon