Kesalahan Orangtua Seputar Kesehatan Anak dan Obat-Obatan



Blog Ananda Ku - Setiap orangtua pasti menginginkan buah hatinya menjadi anak yang sehat dan kuat. Sebab, anak adalah titipan Tuhan. Oleh karena itu, sebagai orangtua kita berkewajiban untuk memerhatikan setiap aspek kehidupannya, termasuk kesehatan.
Anak adalah individu yang sangat rentan terserang berbagai penyakit. Buah hati kita belum memiliki kekebalan seperti yang dimiliki oleh orang dewas. Oleh karena itu, berbagai macam kuman menyerang tubuh mungilnya. Sebagai orangtua, kita memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kesehatannya. Pengetahuan dan pmahaman tentang kesehatan wajib dimiliki oleh orangtua. Orangtua juga harus senantiasa tanggap setiap kali buah hati mengalami gangguan kesehatan. Tindakan pertolongan pertama yang baik akan menjamin keselamatan dan kesehatan buah hati kita.
  1. Ciri-Ciri Anak yang Sehat
Memiliki anak yang sehat adalah idaman bagi setiap orangtua. Menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri ketika melihat buah hati bermain dengan ceria dan tertawa lepas. Namun, terkadang orangtua tidak mengetahui dengan benar apakah buah hatinya sehat atau tidak. Banyak penyakit serta gangguan kesehatan pada anak yang tidak menampakkan gejala yang jelas.
Untuk mengetahui apakah buah hati kita dalam kondisi sehat atau tidak, berikut adalah cirri-ciri anak yang sehat dari segi fisik dan psikis menurut Departemen Kesehatan RI.
  • Anak tumbuh dengan baik, dapat diamati dari kenaikan berat dan tinggi badan secara teratur dan proporsional.
  • Perkembangannya sesuai dengan tingkat umurnya.
  • Anak tampak aktif dan gembira.
  • Mata anak bersih dan bersinar.
  • Nafsu makanm anak baik.
  • Bibir dan lidah anak tampak segar.
  • Pernapasan tidak berbau.
  • Kulit dan rambut anak tampak bersih dan kering.
  • Anak mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan.
  • Kecerdasan anak bertambah, perasaan anak bertambah peka, dan anak memiliki kemauan bersosialisasi yang baik.
  1. Jenis Penyakit dan Gangguan kesehatan yang Sering Menimpa Buah Hati
Tubuh mungil buah hati kita belum memiliki kekebalan tubuh sebaik yang dimiliki oleh orang dewasa. Mereka rentan terserang berbagai macam penyakit dan gangguan kesehtan lainnya. Sebuah penyakit sering menjadi serius dan menyerang buah hati kita dalam waktu yang cepat. Jika orang dewasa terserang sebuah penyakit dalam beberapa hari atau beberapa minggu, penyakit yang sama dapat menyerang anak dalam hitungan hari atau jam saja.
Sangat penting bagi setiap orangtua untuk memrhatikan tanda-tanda atau gejala penyakit yang dapat menimpa buah hati. Tindakan pertolongan yang cepat tentunya akan mendukung kesehatan, kesembuhan, dan keselamatan buah hati kita.
Berikut adalah beberapa jenis penyakit dan gangguan kesehatan yang dapat menimpa buah hati kita.
  1. Malnutrisi atau kurang gizi
Gangguan kesehatan ini dialami anak karena anak kurang mendapat asupan gizi. Kurang gizi pada anak dapat disebabkan anak tidak mendapatkan cukup makan, kandungan gizi di dalam makanan anak rendah serta makanan terlalu banyak mengandung serat dan air.
Kekurangan gizi pada anak dapat menyebabkan berbagai permasalahan kesehatan, di antaranya:
  • Pertumbuhan lambat;
  • Perut bengkak;
  • Tubuh sangat kurus;
  • Kehilangan nafsu makan;
  • Kekurangan energi;
  • Pucat dan anemi;
  • Luka di sudut-sudut mulut;
  • Rentan terserang infeksi;
  • Berat badan tidak/sulit bertambah;
  • Pembengkakan kaki;
  • Rambut menipis dan rontok;
  • Kecerdasan tidak berkembang;
Dampak kekurangan gizi/malnutrisi pada anak sangatlah fatal dan dapat bersifat permanent. Untuk mencegah kekurangan gizi pada anak, setiap orangtua harus memerhatikan kandungan nutrisi dalam makanan anak dan pastikan kandungan nutrisi tersebut sesuai dengan kebutuhan anak. Perhatikan jumalah kalori, protein, lemak, dan nutrisi esensial (vitamin dan mineral) yang diberikan. Nutrisi anak akan tercukupi jika orangtua berpatokan pada menu makanan empat sehat lima sempurna.
  1. Diare
Diare adalah gangguan pencernaan yang ditandai dengan frekuensi buang air besar yang terlalu sering (lebih dari 4 kali dan lebih dari 3kali pada anak ). Diare dapat menyebabkan dehidrasi. Keadaan dapat diperparah dengan disertai muntah sehingga buah hati semakin mengalami mengalami dehidrasi.
Anak yang mengalami diare membutuhkan lebih banyak cairan untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang melalui muntah dan tinja. Pemberian cairan harus dilakukan sedikit demi sedikit, namun dalam frekuensi yang sering. Oralit sangat membantu mengatasi diare pada anak. Anak yang masih menyusu, harus diberikan ASI sebanyak dan sesering mungkin.
  1. Demam
Anak dikatakan demam jika suhu tubuhnya lebih dari 37,5C. demam anak jangan pernah dipandang sebelah mata. Demam tinggi (lebih dari 39C) dapat menyebabkan kejang, bahkan kerusakan otak pada anak. Beikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menurunkan demam anak.
  • Mengompres badan dan lipatan tubuh anak dengan air hangat. Jangan mengompres menggunakan air dingin karena kompres air dingin dapat mengakibatkan air dingin karena kompres air dingin dapat mengakibatkan pengerutan pembuluh darah yang akan menghambat penurunan suhu badan. Selain itu, penurunan suhu yang tiba-tiba akan membuat anak menggigil.
  • Memberikan cukup minum kepada anak untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang. Tindakan ini dilakukan untuk mencegah dehidrasi. Memberikan minum/cairan kepada anak hendaknya dilakukan sedikit demi sedikit tapi sering. Untuk anak yang masih menyusu, berikan ASI sesering mungkin.
  • Memberikan obat0obatan penurun panas. Obat penurun panas (seperti: oarasetamo) dapat meredakan gejala sehingga anak akan menjadi lebih nyaman.
  • Usahakan anak untuk beristirahat. Kondisi anak dapat cepat membaik jika anak cukup beristirahat. Jika anak demam, sebaiknya orangtua mendorong anak untuk beristirahat yang cukup.
  1. Kejang
Demam tinggi dan dehidrasi dapat menyebabkan kejang pada anak. Intensitas dan lama kejang yang terjadi pada anak dapat bervariasi, dari beberapa detik hingga puluhan menit. Kejang tidak boleh berlangsung lama karena dapat merusak sel otak. Sekali anak mengalami kejang maka ada kemungkinan akan berulang. Setiap orangtua harus mempersiapkan pencegahan kejang jika buah hati pernah mengalaminya.
Adapun tanda-tanda kejang pada anak adalah sebagai berikut:
  • Tangan dan kaki kaku disertai gerakan kejut yang kuat dan kejang-kejang;
  • Bola mata berbalik ke atas;
  • Gigi terkatup;
  • Muntah;
  • Napas terhentu sejenak;
  • Anak tak sadarkan diri.
Adapun cara mengatasi kejang pada anak adalah sebai berikut.
  • Hal pertama yang harus dilakukan dan diingat oleh orangtua adalah jangan panic. Panic tidak akan membantu, justru akan semakin merugikan keadaan anak.
  • Pindahkan anak ke tempat yang aman dan jauh dari benda-benda yang berbahaya.
  • Longgarkan pakaian anak dan lepas semua benda yang dapat menghalangi jalan napas.
  • Miringkan tubuh anak untuk mengeluarkan air liur yang dapat menyumbat saluran napas.
  • Berikan karet atau benda lain untuk digigit sehingga tidak menggigit lidahnya sendiri.
  • Jangan memasukkan benda apapu ke dalam mulut anak, termasuk obat-obatan.
  • Segera abwa anak ke rumah sakit terdekat.
  1. Anemia
Seperti halnya orang dewasa, anak-anak dapat mengalami anemia. Anemia terjadi karena anak kekurangan zat besi. Anemia pada anak dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan anak. Selain itu, anemia juga dapat berpengaruh terhadap aktivitas dan perkembangan kecerdasan anak.
Selain disebabkan oleh kekurangan zat gizi, anemia juga dapat disebabkan infeksi usu kronis, cacingan, dan malaria. Tanda-tanda atau gejala anak yang mengalami anemia adalah sebagai berikut:
  • Wajah anak pucat,terlihat dari kelopak mata, gusi, dan kuku;
  • Anak tampak lemah dan mudah lelah;
  • Anak terlihat seperti mengalami malnutrisi;
  • Peradangan pada ludah disertai rasa sakit;
  • Anak kehilangan nafsu makan;

Berikut adalah tips untuk mencegah anemia pada anak.
  • Memberikan ASI eksklusif sampai anak berusia 6 bulan.
  • Berikan MP-ASI setelah anak benar-benar siap menerimanya dan perhatikan nutrisi pada MP-ASI yang diberikan.
  • Hindari memberikan makanan yang dapat menghambat memberikan makanan yang dapat menghambat penyerapan zat besi, seperti: the, kunyit,paprika, dan kacang-kacangan.
  • Berikan obat cacing kepada anak secara teratur (6 bulan sekali).
  • Periksakan kesehatan anak secara berkala.
  • Jika perlu berikan anak suplemen penambah darah (zat besi).
  1. Cacingan
Salah satu parasite yang dapat hidup di dalam tubuh buah hati kita adalah cacing (cacing tambang). Infeksi cacing atau yang sering disebut sebagai cacingan sering dialami oleh anak. Gejala anak yang mengalami cacingan di antaranya pantat terasa gatal, batuk tidak sembuh-sembuh, anak lemas dan tak bergairah, hilang nafsu makan, malas, dan mengantuk serta berat badan rendah.
Hal-hal sebagai berikut:
  • Menjaga kebersihan;
  • Jangan berjalan di tempat yang lembap dengan bertelanjang kaki;
  • Hindari makan makanan mentah atrau makanan yang tidak dimasak sampai matang;
  • Minum air yang sudah direbus hingga mendidih;
  • Memberikan obat cacibg kepada anak secara teratur (minimal 6 bulan sekali).
  1. Masalah pada kulit
Anak sangat rentan mengalami permasalahan kulit. Berbagai jenis penyakit dan gangguan kesehatan kulit dapat menimpa buah hati kita. Anak, terutama pada tahun pertama kelahirannya, sangat rentan mengalami gangguan kulit karena lapisan kulitnya belum terbentuk dengan sempurna. Lapisan epidermis anak membutuhkan waktu setidaknya satu tahun untuk berkembang dan berfungsi dengan efektif.
  • Intertigo adalah peradangan pada daerah lipatan kulit (paha bagian dalam, ketiak atau perut). Intertigo menyebabkan rasa gatal, kulit tampak berwarna merah dan rasa sakit jika terjadi gesekan. Jika buah hati mengalami intertigo, sebaiknya cuci bersih daerah yang mengalami peradangan lalu oleskan krim penghalang (zink oksida) untuk melindungi kulit bayi.
  • Biang keringat. Biang keringat atau miliaria adalah gangguan kulit yang disebabkan oleh terhalangnya pengeluran keringat sehingga terjadi peradangan pada kulit. Biang keringat biasa terjadi di bagian leher, wajah, punggung, dan bokong bayi. Biang keringat menyebabkan rasa gatal, kulit kemerahan, dan munculnya gelembung kecil berair pada kulit. Jika anak mengalami biang keringat usahakan memakai pakaian yang longgar dan nyaman sehingga pengeluran keringat menjadi baik. Jangan menaburkan beda pada kulit yang mengalami biang keringat karena akan semakin menghalangi pengeluaran keringat.
  • Seborrhea adalah peradangan pada kulit bagian atas yang ditandai timbulnya sisik. Seborrhea dapat terjadi di kulit kepala, wajah, belakang telinga, pipi dan dada. Jika anak mengalami seborrhea, orangtua dapat mengoleskan baby oil pada bagian kulit yang bermasalah, kemudian sikat kulit dengan lembut.
  • Meskipun jarang terjadi, eksem adalah permasalahan/gangguan kulit yang dapat terjadi pada anak. Eksem adalah peradangan hebat yang menyebabkan pembentukan lepuh, lepuhan ini dapat pecah, mengeluarkan cairan, kulit berubah menjadi merah, berkerak, dan bahkan bernanah. Jika anak mengalami eksem, buat kulit anak selalu lembap dan segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.
  • Dermatitis kontak. Dermatitis kontak adalah peradangan kulit yang disebabkan kulit terpapar iritan (bahan yang dapat menyebabkan alergi). Dermatitis kontak menyebabkan ruam pada kulit, rasa gatal, dan rasa seperti terbakar. Untuk menghindari gangguan kulit ini, orangtua dapat menghindarkan buah hati dan iritan dan allergen. Jika anak mengalami dermatitis kontak, segera konsultasikan ke dokter agar anak mendapatkan penanganan yang tepat.
  1. Konjungtivitis
Konjungtivitis adalah peradangan pada konjungtiva (selaput lender yang menutupi bagian putih mata dan kelopak mata bagian dalam). Konjungtivitis biasanya terjadi pada kedua mata, namun terkadang hanya terjadi pada satu mata saja. Konjungtivitis ditandai dengan mata menjadi merah, rasa gata-perih, dan tidak nyaman, serta mata banyak mengeluarkan air mata. Jika anak mengalami konjungtivitis, jgalah selalu kebersihan mata dan hindarkan anak menyentuh atau mengecek daerah mata. Jika konjungtivitis tidak sembuh dalam beberapa hari, konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan/pengobatan yang tepat.
  1. Pilek
Pilek adalah gangguan kesehatan yang sering terjadi pada anak. Pilek ditandai dengan demam ringan, hidung tersumbat dan berlendir, batuk, sakit tenggorokan, serta kadang disertai diare. Jika anak pilek usahakan anak cukup beristirahat, berikan makanan yang bergizi dan berikan obat-obatan untuk meredakan gejala. Jika keadaan anak bertambah buruk setelah tiga hari, segeralah konsultasi kepada dokter agar anak mendapatkan penanganan atau pengobatan yang tepat.
  1. Sakit telinga dan infeksi telinga
Anak sering kali mengalami sakit telinga dan infeksi telinga. Kebiasaan anak menggaruk telinga adalah penyebab terjadinya gangguan kesehatan ini. Anak yang mengalami sakit telinga dapat mengalami demam, sering menangis, dan sering menggosok telinganya. Infeksi telinga pada anak dapat menyebabkan adanya nanah pada telinga anak, anak mengalami demam, dan kadang-kadang menyebabkan muntah dan diare pada anak.
Jika ada anak mengalami sakit telinga dan infeksi telinga, orangtua harus selalu menjaga kesehatan telinga anak. Segeralah bawa anak ke dokter agar anak segera mendapatkan pengobatan yang tepat. Jangan membersihkan telinga (bagian dalam) dengan menggunakan cutton bud karena dapat menyebabkan kotoran telinga terdorong masuk lebih dalam.
  1. Obat-obatan yang Harus Ada di Rumah
Tindakan pertolongan pertama pada anak sakit sangat dibutuhkan untuk menjamin kesehatan, kesembuhan, dan keselamatan buah hati. Untuk mendukung tindakan pertolongan pertama pada anak, setidaknya di rumah harus ada obat-obatan sebagai berikut:
  • Obat penurun panas;
  • Obat penghilang rasa sakit;
  • Obat alergi. Obat antihistamin cair yang bekerja untuk menekan histamine yang dilepaskan selama reaksi alergi;
  • Obat ruam. Obat ruam berupa krim antihistamin;
  • Oralit untuk mengobati diare;
  • Antiseptic, untuk membersihkan luka dan membunuh bakteri pada luka;
  • Salep antimemar;
  • Obat antiserangga;
  • Obat tetes hidung untuk melegakan pernapasan;
  • Obat cacing;
  • Lotion tabir surya;
  • Aloe gel untuk mengobati luka bakar;
  • Obat asma inhaler.
Adapun perlatan penunjang kesehatan yang harus ada adalah kapas, gunting, pinset, thermometer, plester luka, tisu antiseptik, kain kasa (steril), senter kecil, guntung kuku, dan selimut.
  1. keselahan Orangtua Seputar Kesehatan Anak dan Obat-Obatan
Setiap orangtua pasti menginginkan buah hatinya selalu sehat. Ketika buah hati sakit sakit, tentunya orangtua menjadi sedih dan tidak jarang dari mereka yang menjadi panic. Banyak kesalahan yang dilakukan oleh orangtua ketika mereka menjadi panik.
  1. Memberikan obat kepada anak dengan dosis yang terlalu banyak (overdosis)
Ketika anak sakit, setiap orangtua pasti menginginkan anaknya lekas sembuh. Namun, karena ketidaktahuan orangtua, mereka memberi obat kepada anak dengan dosis yang dilebihkan. Mereka berharap, dengan memberikan obat dengan dosis yang dilebihkan maka anak akan semakin cepat sembuh. Pendapat ini adalah pendapat yang keliru. Setiap obatnya tentunya memiliki efek samping dan tubuh anak tentunya tidak seperti tubuh orang dewasa. Terlalu banyak memberikan obat kepada anak dapat fatal akibatnya. Berbagai macam reaksi atau efek samping yang ringan hingga efek samping yang fatal, seperti kematian.
  1. Memberikan obat yang sudah kadaluwarsa kepada anak
Saat anak sakit, orangtua seringkali menjadi panik. Panik sama sekali tidak akan membantu. Sebelum memberikan obat kepada anak, perhatikan terlebih dahulu tanggal kadaluwarsanya. Memberikan obat yang sudah kedaluwarsa kepada anak sangat fatal akibatnya. Obat yang sudah kadaluwarsa telah mengalami perubahan komposisinya dan obat akan berubah menjadi racun.
  1. Memberikan obat tidak sesuai dengan indikasinya
Obat hanya akan memberikan efek/reaksi jika diberikan sesuai dengan indikasinya. Oleh karena itu, sebelum meberikan obat kepada anak, pastikan jenis obat yang diberikan sesuai dengan penyakit yang diderita anak. Untuk memastikannya, berkonsultasikan terlebih dahulu kepada ahlinya (dokter/apoteker).
  1. Memberikan obat untuk orang dewasa kepada anak
Tubuh anak berbeda dengan orang dewasa dan jenis obat yang diberikan kepada anak pun berbeda dengan obat orang dewasa. Komposisi obat untuk orang dewasa tentunya berbeda dengan obat untuk anak. Memberikan obat untuk orang dewasa kepada anak dapat sangat fatal akibatnya.
  1. Kurang pengawasan saat memberikan obat kepada anak
Terkadang obat-obatan anak memiliki rasa yang manis sehingga anak-anak menyukainya. Jika tidak diawasi dengan benar, anak (anak yang sudah agak besar) dapat mengambil obat sendiri kemudian meminumnya. Anak dapat meminum obat-obatan tersebut melebihi ambang batasnya (overdosis) sehingga dapat membahayakan keselamatan anak.
  1. Terlalu mudah memberikan obat kepada anak
Kebanyakan orangtua akan panic saat mengetahui anaknya sakit. Banyak orangtua terlalu mudah memberikan obat kepada anak, saat anak mengeluh sakit. Sebelum memberikan obat kepada anak, orangtua hendaknya memerhatikan dengan benar gejala dan indikasi dengan memberikan nutrisi yang cukup dan istirahat yang cukup, sakit anak dapat sembuh dengan sendirinya.
  1. Orangtua tidak senang mendengar tangisan sewaktu mereka sakit
Menangis adalah salah satu cara anak berkomunikasi kepada lita. Sewaktu anak sakit, banyak orangtua salah mengartikan tangisan anak. Banyak orangtua menganggap bahwa anak menangis menandakan anak kesakitan.
Anak menangis bukan hanya karena anak merasakan sakit saja. Anak menangis dapat karena anak lapar atau anak mengin ginkan perhatian dari kita. Namun, jika anak menangis secara terus-menerus lebih dari satu jam dan disertai dengan demam,ruam, muntah,diare,dan lain sebagainya, barulah orangtua perlu waswas. Jika hal itu terjadi, sebaiknya cepat bawa anak ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan yang tepat.
  1. Mengabaikan demam anak
Banyak sekali berpendapat bahwa demam lebih dari 38C pada anak yang belum berusia 3 tahun dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan anak. Anak harus segera mendapatkan pemeriksaan medis untuk mengetahui jenis penyakit/gangguan kesehatan yang diderita anak. Semakin cepat anak mendapatkan penanganan/ pengobatan maka kesehatan,kesembuhan, dan keselamatan anak semakin terjamin.
Namun, jika anak panas setelah anak diimunisasi orangtua tidak perlu panic. Demam yang berbahaya adalah demam yang muncul secara tiba-tiba, disertai muntah, diare, ruam kulit, dan anak tdak mau makan atau menolak ASI. Jika hal ini terjadi, sebaiknya segeralaha berkonsultasi kepada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
  1. Mengabaikan perawatan gigi dan gusi anak
Menjaga kebersihan gigi dan mulut anak pada masa tumbuh kembangnya sangat penting untuk dilakukan. Kebersihan gigi dan mulut sangat erat kaitannya dengan kesehatan anak. Kotoran yang tetinggal di gigi dan mulut anak dapat mengakibatkan berbagai permasalahan kesehatan, seperti gigi berlubang, pertumbuhan bakteri jahat yang dapat merugikan kesehatan gigi dan saluran cerna, meningkatnya risiko infeksi dan gangguan kesehatan lainnya.
Gigi anak (gigi susu) memiliki peran yang sangat penting. Gigi susu adalah pemandu bagi gigi yang akan muncul berikutnya (gigi tetap). Gangguan pada gigi susu dapat menyebabkan terganggunya keluarnya gigi tetap. Oleh karena itu, sangat penting untuk memerhatikan kebersihan dan kesehatan gigi anak.
  1. Orangtua mudah memercayai informasi kesehatan tanpa memikirkan kebenarannya terlebih dahulu
Zaman sekarang berbagai informasi dapat diperoleh dengan mudah, baik dari internet ataupun media lainnya. Sebaiknya orangtua tidak langsung percaya dengan informasi tersebut dari berbagai sumber atau konsultasilah terlebih dahulu kepada ahlinya (pakar kesehatan). Menelan bulat-bulat informasi seputar kesehatan anak tentu kurang bijak. Sebab, informasi yang tidak tepat dapat membahayakan kesehatan anak.
  1. Memberikan buah pada anak setelah makan besar
Buah adalah sumber vitamin dan mineral yang sangat baik bagi anak. Namun, banyak orangtua tidak mengerti kapan waktu terbaik memberikan buah pada anak sehingga khasiat yang terdapat dalam buah terserap dengan baik oleh tubuh anak.
Makan buah sebaiknya dilakukan 30-60 menit sebelum makan besar. Makan buah saat perut penuh dapat membuat kerja lambung semakin berat. Selain itu, penyerapan trace element (vitamin dan mineral) dalam buah tidak akan maksimal. Banyak kalori yang diperlukan oleh tubuh untuk maksimal. Banyak kalori yang diperlukan oleh tubuh untuk mencerna karbohidrat, protein, dan lemak. Akibatnya, penyerapan dan pencernaan vitamin dan mineral tidak berlangsung dengan efektif.
  1. Melewatkan sarapan pagi
Sarapan pagi sangat banyak manfaatnya bagi anak. Melewatkan sarapan pagi dapat menyebabkan berkurangnya konsentrasi anak. Sarapan pagi sangat penting dilakukan untuk memberikana energi tubuh pada anak sehingga anak dapat beraktivitas dngan baik. Menu sarapan yang baik adalah menu yang tidak mengenyangkan, tetapi memiliki kecukupan gizi yang baik, seperti karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral. Porsi sarapan yang berat dan berlebihan (kalori tinggi) akan membuat anak mengantuk dan memperberta kerja pencernaan.
  1. Orangtua menyepelekan minum anak
Anak harus minum air dengan cukup. Air (air putih) berfungsi untuk menjaga kesehatan ginjal. Ginjal memiliki peranan yang sangat penting, yaitu menyaring racun dari dalam tubuh kemudian membuangnya dalam bentuk urine (air kencing). Minum air dalam jumlah yang cukup juga akan menghindarkan anak dari risiko sembelit, diare dan demam.
Untuk mengetahui apakah anak cukup minum air putih atau tidak, kita dapat mengeceknya dengan melihat urine anak. Jika urine berwarna kuning pekat berarti anak kurang mengonsumsi air putih. Jika urine anak berwarna putih kekuningan atau putih menandakan bahwa anak sudah cukup minum air putih.
  1. menaburkan bedak di wajah bayi
Kebiasaan ini adalah kebiasaan yang apling sering dilkukan oleh orangtua. Orangtua menaburkan bedak diwajah anak agar anak terlihat bersih, cantik dan harum. Namun, banyak orangtua tidak sadar kebiasaan ini dapat mebhayakan kesehatan buah hati. Saat menaburkan bedak di wajah anak, butiran bedak yang berukuran sangat kecil dapat terhirup masuk ke paru-paru anak. Akibatnya, anak dapat mengalami berbagai gangguan pernapasan, mulai dari batuk hingga infeksi saluran napsa dan infeksi paru-paru.
  1. menaburkan bedak di kemaluan anak
Banyak orangtua melakukan kebiasaan ini, terutama setelah anak pipis. Menaburkan bedak di kemaluan anak sangat tidak baik bagi kesehatan, terutama pada anak perempuan. Bedak dapat masuk ke dalam vagina dan dapat menyebabkan iritasi. Banyak ahli berpendapat bahwa selain factor geneteik dan hormonal, bedak dapat menyebakan terjadinya kista serta gangguan kesehtan organ kelamin lainnya.
Previous
Next Post »